Pengusaha: Pajak E-Commerce Itu Bagus, Tapi Harus Berlaku untuk Semua

Pemerintah saat ini tengah membahas peraturan pajak yang akan dikenakan bagi e-commerce. Peraturan ini pun akan segera dikeluarkan pada akhir 2017.

Menanggapi pengenaan pajak bagi e-commerce, Anggota Dewan Penasihat Asosiasi E-commerce Indonesia (iDEA) Daniel Tumiwa menyatakan pajak harus dikenakan pada semua pelaku e-commerce di Indonesia baik lokal maupun asing.

“Itu (pajak e-commerce) baik dan bagus, yang harus dijaga adalah yang penting berlaku untuk semua yang melakukan kegiatan yang sama di Indonesia. Pajak harus diberlakukan kepada pemain lokal dan asing,” ujar Daniel di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurut Daniel, bila pajak hanya dikenakan pada pemain lokal maka akan membunuh industri e-commerce lokal.

“Kalau hanya lokal itu hanya membunuh industri. Karena dengan berlakukan pajak, orang akan takut, penjual-penjual independen di rumah akan takut karena terekspose dan ngumpet, mereka jualan di mana akhirnya? Mereka jadi jualan di sosial-sosial media di whatsApp, instagram, facebook, kegiatan e-commercenya terjadi di situ,” paparnya.

Lanjutnya, oleh sebab itu pelaku e-commerce asing tak boleh bersembunyi dibalik platform. Pasalnya pasti mereka melakukan kegiatan ekonomi dibalik platformnya.

“Jadi pemain-pemain asing ini tidak boleh ngumpet dibalik platform dan bilang, ‘saya tidak tahu menahu yang orang-orang lakukan di platform saya’. Itu tidak bisa, kegiatan yang terjadi adalah kegiatan ekonomi. Mereka menjual, mereka dapat uang dari pasang iklan disitu,” terangnya.

Daniel menyatakan pelaku e-commerce lokal harus menjadi ‘raja’ di negara sendiri sehingga tak mematikan industri e-commerce.

“Kita yang punya market kita yang jadi raja di negara sendiri, kita boleh bilang (ke asing) begini aturan di Indonesia, mau masuk Indonesia silakan,”pungkasnya.

Mengenai pengawasan terhadap pihak asing, Daniel menyatakan hanya perlu melakukan diplomasi kepada pelaku e-commerce asing layaknya yang pernah dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani terhadap Google dan Facebook.

“ISP (Internet Service Provider) kita punya datanya, ada traffic-nya masuk kemana, bisa dilihat. Panggil aja kita ajak duduk bersama, kita bisa diplomasi. Caranya seperti Bu Sri Mulyani bernegeoisasi untuk Google dan Facebok untuk pajak, negara lain kan ga yg berhasil,” jelasnya.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: