Harga Unggas dan Telur Mulai Naik

Sejak 12 Oktober, terjadi pengurangan produksi DOC sebesar 9,5% menjadi rata-rata 54 juta-55 juta ekor

JAKARTA. Para peternak unggas bisa bernafas lega. Hal itu seiring dengan mulai naiknya harga harga ayam dan telur di tingkat peternak secara perlahan-lahan. Tren kenaikan harga unggas terjadi setelah Kementerian Pertanian (Kemtan) mendorong industri peternakan ayam mengurangi produksi ayam umur sehari atau day old chicken (DOC) sejak 12 Oktober 2017.

Kebijakan ini berbuah manis bagi peternak unggas. Saat ini, harga ayam pedaging dan telur ayam di tingkat peternak mulai menunjukkan peningkatan yakni untuk daging ayam sudah berada di atas harga pokok produksi sekitar Rp 16.500-Rp 17.000 per kg.

Sigit Prabowo, Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) mengatakan, harga ayam pedaging dan telur ayam di tingkat peternak mulai stabil sejak seminggu lalu. “Saat ini harga ayam dan telur lebih stabil. Di Jawa Barat rata-rata sudah mencapai harga referensi, bahkan ada yang di atas  referensi,” ujar Sigit kepada KONTAN, Senin (20/11).

Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko juga mengemukakan hal senada. Ia bilang, harga telur di semua daerah sudah berada di atas harga referensi pemerintah.

Hal ini tak terlepas dari pengurangan produksi DOC di industri yang dicanangkan pemerintah. Singgih berharap kenaikan harga ayam dan telur ini bertahan dalam waktu yang lama, sehingga peternak bisa mendapatkan untung. Apalagi menjelang akhir tahun, biasanya permintaan akan daging dan telur ayam meningkat.

Kenaikan permintaan ini diharapkan dapat terus mendongkrak harga unggas di peternak. “Saya harap meskipun ada tambahan pasokan tapi tidak membuat harga jatuh,” imbuhnya.

Efek setelah 1,5 bulan

Upaya pengangguran DOC sebesar 9,5% dari rata-rata produksi akan berlangsung sampai 22 Desember 2017. Dampaknya sudah mulai dirasakan peternak sejak 1,5 bulan atau sekitar 40 hari pasca kebijakan ini diambil.

Menurut Singgih, selama ini rata-rata produksi ayam pedaging mencapai sekitar 62 juta hingga-65 juta ekor setiap pekan. Namun, dengan adanya pengurangan produksi DOC sebesar 9,5% maka produksi ayam pedaging hanya mencapai 54 juta-55 juta ekor saja.

Melalui pengurangan ini, harga DOC pun mulai meningkat sebesar 5% hingga 10% atau sebesar Rp 5.000 per ekor. Meski begitu, menurut Singgih peningkatan harga DOC ini tidak terlalu mempengaruhi beban produksi peternak. Pasalnya, harga pokok produksi untuk menghasilkan ayam pedaging sebesar Rp 16.500-Rp 17.000 per kg.

Sigit Prabowo menambahkan, saat ini konsumsi masyarakat sudah sesuai dengan produksi ayam pedaging maupun telur yang dihasilkan oleh peternak. PPUN memprediksikan kenaikan harga ayam pedaging dan telur menyambut akhir tahun bisa mencapai 10% hingga 15% dari rata-rata harga saat ini.

Agar harga bertahan tinggi, Sigit meminta Kemtan memperpanjang waktu pengurangan DOC sampai Maret 2018 dan bukan hanya sampai 22 Desember 2017. Menurutnya, jika pengurangan produksi DOC hanya berlangsung sampai Desember, harga ayam pedagang dan telur rawan turun lagi akibat pelemahan permintaan pasar pada bulan Februari 2018. “Kami berharap pengurangan DOC dilanjutkan hingga Maret. Dengan begitu harga ayam dan telur bisa sekitar Rp 18.000-Rp 19.000,” ujarnya.

Saat ini rata-rata harga ayam pedaging di daerah peternakan di Banten dan Jawa Barat mencapai Rp 18.500-Rp 19.000 per ekor. Sementara di Sumatera dan Jawa Tengah masih di kisaran Rp 16.000-Rp 17.000 per kg.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: