Dianggap Menganggu Bisnis Hotel di Indonesia, Begini Tanggapan Airbnb

https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 27 470 1821463 dianggap-menganggu-bisnis-hotel-di-indonesia-begini-tanggapan-airbnb-vfQ2cqCs4N.jpeg

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengeluhkan kemunculan hotel berbasis digital atau hotel online agent seperti Airbnb. Pasalnya, aplikasi yang menawarkan sewa hotel tersebut tidak mematuhi aturan yang ada di Indonesia

Menanggapi hal tersebut, Head of Public Airbnb Asia Tenggara Mich Goh mengatakan kehadiran Airbnb sama sekali tidak merugikan masyarakat Indonesia. Karena menurutnya, adanya Airbnb justru membantu para traveler untuk bisa mendapatkan hotel atau tempat menginap yang murah.

“Ada lebih dari 220 juta kedatangan tamu yang sudah terdaftar sejak Airbnb didirikan pada tahun 2008 dan bahkan saat ini ada banyak orang yang sudah berbagi rumah mereka, juga hotel-hotel tradisional untuk disewakan di seluruh dunia yang secara terus-menerus menghasilkan keuntungan yang besar,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (27/11/2017).

 Tak hanya itu lanjut Goh, aplikasi yang berkonsep home sharing juga membantu masyarakat untuk memiliki penghasilan. Pasalnya dengan konsep ini, masyarakat secara bebas bisa menyewakan kamarnya.

Konsep home sharing membawa manfaat besar bagi bangsa Indonesia, mulai dari diversifikasi pariwisata hingga menghasilkan aktivitas ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal dan sekitarnya.

Sampai saat ini, ada lebih dari 880.000 tamu yang datang ke Indonesia dengan menggunakan jasa Airbnb. Sementara itu tuan rumah di Airbnb di Indonesia telah memperoleh pemasukan lebih dari Rp 1 triliun dalam setahun terakhir ini dengan menyewakan rumah mereka.

“Konsep home sharing juga telah membantu dalam menyalurkan manfaat wisata di luar destinasi liburan pada umumnya, memungkinkan beragam komunitas memperoleh manfaat dari pariwisata dan perhotelan,” jelasnya.

Dengan manfaat seperti itu lanjut Goh, pihaknya siap untuk bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dalamembentun peraturan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Hal tersebut agar konsep home sharing Isa terus berkembang dan bisa memberikan keuntungan bagi Indonesia.

“Kami sangat berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam membentuk peraturan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan yang memungkinkan konsep home sharing untuk berkembang dengan cepat dan terus memberikan keuntungan bagi Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga mengaku mengikuti peraturan yang berlaku di negara ini dengan membayar semua pajak yang seharusnya dipenuhi termasuk pajak atas laba yang diperoleh. Hal tersebut mematahkan anggapan pengusaha yang menyatakan jika perusahaan Airbnb tidak membayar pajak.

Selain itu, Airbnb juga diyakini tidak membawa kabur hasil dari laba tersebut keluar Indonesia. Karena, hampir sebagian besar uang yang dihasilkan oleh Platform Airbnb tetap berada di masyarakat.

“Tuan rumah (host) Airbnb mendapat 97% dari biaya yang mereka kenakan untuk menyewakan ruang kosong mereka dan, dalam setahun terakhir, tuan rumah di Indonesia pada umumnya memperoleh Rp28,4 juta (USD 2.100), dengan total pendapatan seluruh tuan rumah sebesar Rp1,15 triliun (USD84,6 juta),” jelasnya.

Selain melaksanakan tugasnya dalam membayar pajak lanjut Goh, pihaknya juga turut berperan dalam.meamstikan agar tuan rumah serta tamu membayar bagian pajak mereka secara adil. Bahkan, sejak tahun 2014 lalu, Airbnb telah berhasil membantu mengumpulkan dan mengirimkan pajak dari 340 komunitas dan para tamu diseluruh dunia sebesar Rp6,9 triliun atau USD 510 juta untuk pajak perjalanan dan wisata.

“Kami bekerja sama dengan pembuat kebijakan di seluruh dunia untuk memperluas program kami dan menemukan cara yang tepat untuk mengumpulkan penerimaan pajak yang adil dari komunitas tuan rumah kami. Indonesia tidak terkecuali, dan kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk mencapai tujuan ini,” jelasnya.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: