Ditjen Pajak Sosialisasi Meterai Palsu ke 230 WP Kakap

[Bintang] Jangan Tertipu! Begini 3 Cara Bedakan Meterai Asli dan Palsu

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan meminta masyarakat waspada terhadap peredaran meterai ilegal, baik meterai bekas pakai maupun meterai palsu alias bodong. Jika harga meterai lebih mudah dari nilai nominal, maka patut dicurigai bahwa meterai tersebut merupakan meterai palsu.

Hal ini disampaikan Ditjen Pajak saat sosialisasi tentang Meterai di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (28/11/2017). Sosialisasi tersebut diikuti oleh sekitar 230 Wajib Pajak (WP) besar yang tergolong sebagai pengguna meterai dalam jumlah besar.

Dalam acara sosialisasi ini, Ditjen Pajak menggandeng Perum Peruri dan PT Pos Indonesia (Persero). Tiga institusi ini merupakan pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan bea meterai.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1986 tentang Pengadaan, Pengelolaan, dan Penjualan Benda Materai, Perum Peruri sebagai pencetak meterai dan Pos Indonesia sebagai pihak yang melakukan pengelolaan dan penjualan meterai. Sementara pengawasannya dilaksanakan Ditjen Pajak sebagai pemilik meterai.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (Humas) Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama menegaskan, peniru atau pemalsu, pengedar, penjual dan pengguna meterai tempel tidak sah dapat dipidana sesuai dengan ketentuan dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Sosialisasi ini digelar dalam rangka memerangi peredaran meterai ilegal, termasuk meterai bekas pakai dan meterai palsu,” tegas dia dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa pekan ini.

Hestu Yoga menambahkan, PT Pos Indonesia menegaskan, tidak pernah menjual meterai di bawah harga nominal, yaitu Rp 3.000 untuk Kopur 3000, dan Rp 6.000 untuk nilai nominal materai 6000.

“Jadi kalau ada penawaran meterai dengan harga lebih rendah dari nilai nominal, patut diduga meterai itu palsu atau tidak sah,” dia mengingatkan.

Pengelolaan dan penjualan meterai oleh Pos Indonesia juga diakui Hestu Yoga, dikerjakan dengan sistem dan prosedur yang ketat dan akurat, sehingga kemungkinan kecil terjadi penyelewengan oleh oknum internal perusahaan.

“Sementara Peruri mencetak meterai menjamin seluruh proses produksi pencetakan meterai dikerjakan secara profesional dan sesuai permintaan pesanan,” ujar dia.

Masyarakat diminta cermat menanggapi tawaran penjualan meterai yang diduga palsu atau tidak sah, baik yang ditawarkan melalui SMS, media online, maupun sarana penawaran lainnya. Jika menemukan informasi adanya indikasi peredaran meterai ilegal, agar dapat menghubungi Kring Pajak 1500200 atau melapor ke kantor polisi terdekat.

Sumber : liputan6.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: