5 Bulan Belum Gaji Karyawan, PT IGN Terancam Bangkrut

PT IGN Terancam Bangkrut

PT Industri Gula Nusantara (IGN) yang mengoperasikan di Cepiring Kendal sejak tahun 1835 terancam bangkrut. Terbukti, sudah 5 bulan perusahaan pabrik gula ini belum menggaji 360 karyawan.

Untuk diketahui, PT IGN merupakan kongsi antara swasta dan BUMN dengan porsi saham 64% atas PT Multi Manis Mandiri (MMM), sedangkan PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX) sebagai monoritas sebanyak 36% sahamnya.

Belakangan ini kesulitan bahan baku membuat pabrik ini buka tutup dari waktu ke waktu dan menimbulkan persoalan utang jatuh tempo dengan kreditur. Hingga akhirnya pada 9 Oktober 2017 lalu, Pengadilan Niaga Semarang menetapkan perusahaan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKUP) sementara.

Hal itu dibenarkan HRD PT. IGN Cepiring Kendal, Arthur. “PT IGN masih menunggu putusan pengadilan pada tanggal 18 Desember 2017 ini, apakah masih bisa dijalankan dengan investor baru atau harus tutup. Kami sebagai karyawan pasrah dengan hasilnya namun kami hanya butuh kepastian karena awal tahun lalu kami dipanggil kembali setelah dirumahkan dan dijanjikan akan mulai produksi lagi tetapi pada kenyataannya sampai sekarang nol besar bahkan kami sudah tidak digaji selam 5 bulan,” ungkapnya.

Penetapan Pengadilan Niaga Semarang tersebut setelah salah satu kreditur yakni PT Mitra Setia Jaya meragukan kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya dan meminta pengadilan menjembatani pemenuhan haknya. Pabrik ini memiliki masalah kelolaan lahan untuk sebuah pabrik tebu. Perusahaan memiliki lahan 1.300 hektar, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan luas lahan ideal yang mencapai 4.000-4.500 hektar.

Pabrik ini pertama kali beroperasi pada 1835 di zaman kolonial Belanda. Selama masa perang hingga diambil alih pemerintah Indonesia pada 1954, PG Ceping mengalami beberapa kali buka tutup baik karena masa resesi maupun dijadikan markas militer.

“Pabrik gula ini juga pernah ditutup pada 1998 karena kesulitan bahan baku. Setelah 10 tahun berhenti beroperasi, pada 2008-2013 pabrik kembali beroperasi dengan menggandeng swasta yakni Multi Manis Mandiri. Tahun tersebutlah pabrik ini mengalami kejayaan namun pada 2016 lalu, dengan produktivitas yang kecil dan kesulitan bahan baku pabrik ini kembali ditutup dan memberhentikan 360 orang pekerjanya,” tambahnya.

Menurutnya, alasan tersebut tidak masuk akal. Pabrik tutup karena managemen yang bobrok dengan adanya indikasi korupsi sehingga menimbulkan hutang. Padahal alat-alat yang digunakan untuk memproduksi gula siap digunakan. Hanya dengan menggandeng investor baru dapat menyelamatkan pabrik.

Dia mengatakan posisi PTPN IX dalam pabrik patungan ini merupakan minoritas. “Karena kalau PTPN IX sendiri kesulitan untuk membayar utang itu jadi harus ada investor baru,” pungkasnya.

Sumber : radarpekalongan.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: