Atasi Persoalan Daya Beli, Gubernur BI: Jaga Keseimbangan Kebijakan Jangka Panjang dan Pendek

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyampaikan usulan mengatasi konsumsi rumah tangga (RT) yang saat ini tengah melambat. Agus berpesan agar ada keseimbangan antara kebijakan jangka pendek dan jangka panjang.

“Pesan kami adalah kebijakan itu harus kebijakan yang jaga keseimbangan antara kebijakan jangka panjang dan jangka pendek. Yang jangka pendek apabila nanti direspons oleh pemerintah akan banyak membantu konsumsi,” kata Agus dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI), di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

BI, kata dia juga melihat bahwa konsumsi rumah tangga agak melambat dikarenakan pertumbuhan ekonomi tidak tumbuh sesuai dengan apa yang diharapkan.

 “Tapi kan kita sudah lihat indikator-indikator NTUP (Nilai Tukar Usaha Pertanian) dan NTP (Nilai Tukar Petani) untuk buruh pertanian sudah membaik. Tapi secara umum konsumsi untuk masyarakat menengah ke bawah masih belum kuat,” lanjutnya.

Ke depannya diharapkan konsumsi akan lebih kuat. Lanjut Agus, rencana pemerintah dalam mengalihkan bantuan dana desa ke sektor padat karya dengan model cash for work (upah) juga mampu membantu mendorong daya beli. Namun untuk itu disadarinya butuh prosesnya.

“Tentu hal ini harus dibicarakan dengan DPR karena perlu ada penyesuaian di anggaran tapi kalau itu dilakukan akan sangat baik karena langsung diterima masyarakat dan akan bantu konsumsi khususnya (masyarakat) menengah bawah,” lanjutnya.

Sambung Agus, kesempatan kerja saat ini sudah cenderung lebih baik. Akan tetapi, yang jadi tantangan adalah masyarakat cenderung menahan spending (belanja) karena terlalu berhati-hati untuk menggunakan uangnya. “Tapi kami lihat kebijakan jangka panjang yang seimbang dengan jangka pendek akan optimal,” ujarnya.

“Sekarang bantuan desa yang selama ini diberikan kan untuk bangun desa, untuk pembangunan di desa bagaimana untuk membangun yang mungkin untuk bangun infrastruktur, yang untuk kontraktor non pedesaan. Nanti akan dilakukan program cash for work supaya ada intensif SDM yang bekerja,” tambahnya.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: