Sri Mulyani Paparkan Manfaat Transfer Daerah dan Dana Desa, Apa Saja?

https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 06 20 1826221 sri-mulyani-paparkan-manfaat-transfer-daerah-dan-dana-desa-apa-saja-5bm3WYLBMV.jpg

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk fokus membangun desa karena ini akan mencerminkan Indonesia sebagai negara yang sukses dan makmur. Dimana ia ingin agar orientasi dari daerah-daerah adalah memperbaiki birokrasi dan tata kelola dengan sungguh-sungguh agar bisa melayani masyarakat dan dunia usaha.

Sri Mulyani meminta agar mulai sekarang itu yang harus menjadi fokus Pemerintah Daerah (Pemda) untuk kedepannya dalam pelaksanaan pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Hal ini disampaikan di depan kepala daerah yang hadir mulai dari Kepala Desa,Wali Kota hingga Gubernur yang hadi di Gedung Dhanapala, Kemenkeu.

“Dalam pelaksanaan 2018, kita ingin kebijakan fiskal kita mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan. Artinya growth jalan, pelayanan kepada masyarakat tetap bisa dijalankan secara seimbang. Untuk bisa melakukan itu, kebijakan harus baik, kelembagaan harus bersih dan efisien,” ungkap Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Hal ini ditekankan oleh Sri Mulyani karena ia melihat banyak Pemda yang belum melakukan tugas sesuai penugasan dalam pengelolaan TKDD di tahun ini. Padahan di tahun depan sepertiga dari APBN akan dianggrakan untuk TKDD yakni sebesar Rp766,2 triliun.

Menurutnya, anggaran TKDD ini akan dialokasikan dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH) Rp89,2 triliun, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp401,5 triliun, Dana Otsus, DTI, Dana Keistimewaan Rp21,1 triliun, DAD Rp8,5 Triliun, DAK Fisik Rp 62,4 triliun dan DAK Non Fisik Rp123,5 triliun. Sedangkan anggaran dana desa sendiri sebesar Rp60 triliun yang akan fokos diberikan pada daerah miskin yang memiliki penududuk miskin terbanyak.

“DAU itu dinamis. Setiap kali ke daerah mereka mengatakan DAU kita jangan didinamiskan, kami bingung. Sebtulnya sama dengan kami, saya mengelola APBN juga dinamis. Walaupun kita punya target penerimaan negara, namun target bisa naik turun berdasarkan situasi. Misal harga minyak tadinya diasumsikan USD100 per barrel jadi USD50 per barrel sehingga daerah juga perlu memeiliki kapasitas untuk mengelola APBD nya secara dinamis. Itu adalah DAU yang dinamis tadi, jadi jumlahnya tergantung dengan penerimaan dalam negeri yg diterima negara,” jelasnya.

Selain itu, 25% dana transfer umum itu dialokasikan untuk membangun infrastruktur hingga pelosok karena Indonesia negara kesatuan, yang harus dibangun agar konektivitas dan kesatuan muncul. Selain itu, anggaran Dana desa, akan terus diformulasikan dan diperbaiki untuk mencerminkan ambisi dan tekad negara untuk membangun desa yang semuanya harus relatif maju.

“Oleh karena itu, dana desa akan diberikan kepada daerah atau desa yang memiliki jumlah keluarga miskin yang besar. Kami akan terus melakukan bersama dengan BPS maupun instansi lain,” tukasnya.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: