Outlook Harga Minyak Indonesia Meleset, Menkeu Sebut PPh Migas Justru Meningkat

https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 20 20 1833419 outlook-harga-minyak-indonesia-meleset-menkeu-sebut-pph-migas-justru-meningkat-cAtOgcH2G0.jpg

Outlook harga minyak mentah (ICP) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017 meleset dari sebelumnya USD48 per barel menjadi USD50 per barel. Namun kenaikan harga minyak mentah membuat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) saat ini mengalami kenaikan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, situasi APBN hingga akhir tahun dalam kondisi stabil. Untuk penerimaan pajak sampai 15 Desember telah terkumpul sebanyak Rp1.211,5 triliun atau terjadi pertumbuhan penerimaan 4,3% dari relaisasi penerimaan di 2016.

“2016 sudah memasukan TA. Jadi ini cukup baik walaupun dengan TA ada penerimaan Rp100 triliun, pajak kita sekarang tetap lebih baik dibanding 2016,” ujarnya, di Aula Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Capain penerimaan pajak, terlihat membaik di tahun ini salah satunya dari PPh minyak dan gas (migas) mencapai Rp49,6 triliun lebih tinggi dari tahun lalu dan dari outlook 2017.

“Ini karena harga migas lebih tinggi sudah USD50 dolar per barel,” ujarnya.

Kemudian untuk pajak non migas, PPh non migas Rp561,8 triliun lebih rendah dibandingkan capaian 2016 sebesar Rp595,3 triliun. Namun, kata mantan Direktur Bank Dunia ini, besarnya capaian PPh non migas karena adanya program tax amnesty yang capaianya mencapai Rp100 triliun.

“Artinya untuk PPh non migas tahun ini lebih baik. Tahun lalu kalau TA tidak dimasukan hanya Rp495 triliun,” tuturnya.

Sementara itu, untuk PPN sampai 15 Desember 2017 sebesar Rp424 triliun atau sudah 89,2% dari target. Bila dibandingkan 2016, penerimaan ini lebih baik karena tahun lalu PPN sebesar Rp363,9 triliun.

“Secara keseluruhan apabila tax amnesty dan revaluasi dihilangkan, penerimaan pajak non migas tumbuh 15,6%. Ini jauh lebih tinggi dari penerimaan pajak 2016 yang negatif 3,95%,” tuturnya.

Untuk bea cukai, realisasi mencapai Rp153,11 triliun atau 80,9% dari APBNP 2017. Hal tersebut di dapat dari bea keluar cukai Rp116,3 triliun atau 75,9% tetap lebih tinggi dari tahun lalu.

“Bea keluar alami kenaikan Rp3,8 triliun jauh lebih dari APBNP 2017 dengan outlook Rp2,7 triliun. Ini menunjukan kegiatan ekspor meningkat utamanya bea keluar,” tuturnya.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: