Penerimaan Pajak Tambang Lampaui Pertumbuhan Bisnisnya

Penerimaan Pajak Tambang Lampaui Pertumbuhan Bisnisnya

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan melansir, penerimaan pajak sejumlah sektor industri melampaui pertumbuhan aktivitas usaha sektor itu sendiri. Sektor tambang, misalnya, berhasil membukukan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 41,8 persen.

Padahal, Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengatakan, pertumbuhan bisnis sektor tambang cuma 1,1 persen hingga kuartal ketiga ini.

Diikuti oleh setoran pajak sektor industri pengolahan yang mencatat kenaikan 15,2 persen. Sektor industri pengolahan sendiri hanya membukukan pertumbuhan bisnis hingga 4,2 persen.
Kemudian, penerimaan pajak dari sektor perdagangan meningkat 20,4 persen dengan pertumbuhan bisnis perdagangan hanya 4,8 persen.

Sayangnya, pertumbuhan penerimaan pajak sektor konstruksi cuma 4,7 persen, meski pertumbuhan bisnisnya mampu hingga 6,7 persen.

Secara keseluruhan, pertumbuhan penerimaan pajak mencapai 15,57 persen di tengah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03 persen per kuartal ketiga.

“Kami lihat ini sangat bagus, dimana growth (pertumbuhan) pajak malah lebih baik dibanding pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektoral. Ini memperlihatkan bahwa denyut ekonomi Indonesia ya tidak jelek-jelek amat,” ujarnya, Selasa (20/12).

Di antara seluruh sektor, memang perdagangan dan industri pengolahan dianggap membukukan penerimaan paling ciamik di antara sektor lainnya. Membaiknya kinerja penerimaan ini membuat Pajak Penghasilan (PPh) badan meroket 24,69 persen.
Selain itu, tumbuhnya PDB sektoral ini juga meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga secara otomatis PPh pasal 21 juga naik. Menurut catatan DJP, penerimaan dari PPh pribadi naik 46,78 persen.

“Secara tahunan, memang pertumbuhan PPh negatif 2,83 persen. Tapi, itu karena ada kejadian yang tak berulang, yakni pengampunan pajak (tax amnesty) sebesar Rp100 triliun. Kalau tax amnesty dikeluarkan, PPh bertumbuh dengan sangat baik,” ungkap Robert.

Adapun hingga 15 Desember 2017, penerimaan pajak tercatat Rp1.018,95 triliun atau 82,46 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Penyesuaian (APBNP) 2017 sebesar Rp1.283,57 triliun. Dari angka itu, kontribusi terbesar masih disumbang oleh PPh dengan nilai Rp611,48 triliun.

Sumber : cnnindonesia.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: