Target Penerimaan Rp1.609,4 Triliun di 2018, Dirjen Pajak Siap Lakukan Reformasi

https: img.okeinfo.net content 2017 12 20 20 1833619 target-penerimaan-rp1-609-4-triliun-di-2018-dirjen-pajak-siap-lakukan-reformasi-uvIBTDLlhz.jpg

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan penerimaan perpajakan pada tahun 2018 mencapai Rp 1.609,4 triliun. Jumlah tersebut tumbuh sekitar 9,3% dari targetnya dalam APBNP-2017.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan mengatakan untuk mengejar target tersebut, pihaknya akan melakukan reformasi perpajakan. Yang mana dalam reformasi tersebut akan bersifat administratif.

“Kami juga melakukan reformasi perpajakan, sifatnya administratif yang akan saya ketuai dari Januari 208,” ujarnya dalam acara dialog perpajakan di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Menurut Robert langkah pertama dalam melakukan reformasi perpajakan adalah dengan cara melakukan perbaikan pada pelayanan. Baik hanya u tuk sekedar melapor maupun untuk membayar pajak.

“Proses bisnis ini sangat kritikal tali dalam perpajakan ada dua rumpun, pertama pelayanan apakah itu pelapora maupun perpajakan,” jelasnya.

Selain itu lanjut Robert, pihaknya juga menyiapkan untuk melakukan reformasi perpajakan lewat perbaikan perangkat sistem informasi dan teknologi atau Information and Technology (IT)

“Kami sedang persiapkan diri, masuknya data as smooth as possible melalui gateway. Dipastikan terkelola dengan baik karena ini harus ditangani secara automatis karena ini data yang masuk tidak satu dua tapi jutaan. Kami akan pastikan membangun sistem yang baik,” jelasnya.

Menurut Robert dengan penggunaan teknologi, diharapkan data wajib pajak bisa tepat sasaran. Karena nantinya dalam sistem tersebut WP akan diperiksa sesuai asas kemapanan.

“pemeriksaan ini banyak yang kita address misalnya pemeriksaan misalnya WP dapat ruang untuk mengeluh dan. WP dipilih diperiskan berdasarkan asas yang mapan. Jadi banyak di proses sini yang kita addres untuk tingkatpkan pelayanan dan pengawasan,” jelasnya.

Disisi lain lanjut Robert, Undang-Undang nomor 9 tahun 2017 tentang 2017 tentang automatis exchange of information (AEoI) atau pertukaran informasi juga turut berpangku dalam mendukung target penerimaan pajak. Karena dengan AEoI, dirinya mempunya akses dari lembaga keuangan untuk memperoleh informasi keuangan dari wajib pajak.

“Di 2018, informasi dari institusi keuangan domestik akan mengalir ke DJP bagi rekening-rekening diatas Rp 1 miliar, secara otomatis masuk ke pajak itu. Kemudian di 2018, AEoI dari institusi keuangan luar negeri atas aset WNI otomatis juga akan dikirim ke kita. Ini juga akan jadi sesuatu yang mempengaruhi bagaimana kami bekerja nanti,” jelasnya.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: