Kepatuhan WP, Tanpa TI, Proses Pemilahan Tetap Optimal

Pemerintah tak perlu menunggu pembenahan sistem teknologi dan informasi sampai rampung untuk memetakan tingkat kepatuhan wajib pajak (WP).

Managing Partner DDTC Darussalam mengatakan Ditjen Pajak sebenarnya bisa memetakan WP yang patuh ataupun tak patuh berdasarkan basis data implementasi pengampunan pajak.

“Sistem teknologi memang penting, tetapi tanpa menunggu itu selesai sebenarnya pemerintah sudah bisa membuat compliance risk management,” kata Darussalam di Jakarta pada Kamis (21/12/2017).

Bagi dia, selain proses reformasi teknologi, saat ini perlu ada perubahan paradigma di lingkungan otoritas pajak ke arah kepatuhan kooperatif.

Kepatuhan kooperatif adalah pemahaman berdasarkan aspirasi bersama antara otoritas pajak dengan WP. Dengan demikian, ada imbal balik antara petugas pajak dengan WP. Sistem itu dianggap sebagai solusi supaya terjadi keadilan dalam proses pemungutan pajak.

Berbeda dengan Darussalam, Dirjen Pajak Robert Pakpahan justru mengatakan pembenahan sistem teknologi informasi sangat vital dalam memetakan WP. Dengan semuanya digital, akan lebih terukur dan memudahkan petugas Ditjen Pajak untuk melacak berbagai kategori WP.

Dia menyadari bahwa proses pembenahan TI tersebut tak bisa dilakukan sekejap mata, perlu waktu paling tidak 6 tahun supaya core tax system atau sistem inti perpajakan bisa benar-benar optimal.

Sumber : bisnis.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: