Visi Ekonomi Indonesia 2018 Harus Berorientasi Industrialisasi

https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 24 320 1835285 visi-ekonomi-indonesia-2018-harus-berorientasi-industrialisasi-PSTnwBTwwP.jpg

Menjelang akhir tahun semua instansi keuangaan baik pemerintah dan swasta akan melakukan tutup buku. Sebuah ritual fiskal tahunan dalam rangka melakukan evaluasi lembaga. Di luar sisi perbankan, pemerintah juga melakukan sebuah evaluasi atas indikator kesejahteraan.

Banyak para pengamat ekonomi dalam dan luar negeri yang sudah mengingatkan untuk Indonesia agar tidak terjebak dengan pendapatan kelas menegah (middle income trap). Jebakan pendapatan kelas menengah adalah sebuah situasi jika pendapatan di atas USD5.000 per kapita.

 Hal ini terjadi pada negara Korea Selatan, dan Amerika Latin misalnya, dalam dampak langsungnya adalah pertumbuhan ekonomi bertambah, namun kesenjangan ekonomi kian lama berjarak. Hal inilah yang menyebabkan jurang kemiskinan semakin ekstrem, dan pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati lapisan atas sebagai penerima potongan kue ekonomi paling besar.

Sebagai Fungsionaris Partai Perindo yang mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Bidang Energi dan Industri, Hendrik Kawilarang Luntungan (HKL) memaparkan situasi ekonomi mikro dan makro terkini.

Dirinya menjelaskan bahwa Indonesia kini sudah cukup baik pertumbuhan ekonomi semenjak pemerintahan Presiden Jokowi, ada di median 5% per tahun. Secara rasio pendapatan sudah pada nilai USD3.600 per kapita. Itu tandanya rentan dengan jebakan pendapatan kelas menengah. Presiden Jokowi, patut mempertimbangkan hal tersebut. Karena dalam praktek di Korea Selatan pemerintah terjebak pada nilai USD5.000 – USD10.000 per kapita.

“Tidak ada jalan lain, selain mempersiapkan infrastruktur masyarakat industrialis. Apa yang sudah dikerjakan Presiden arahnya menuju industrialisasi, menurut saya. Daya beli masyarakat menurun karena masyarakat lebih memilih menahan uangnya di dalam bank. Karena banyak pihak yang masih menunggu (wait and see) pada masa pembangunan ini. Hal inilah yang menjelaskan menurunnya pertumbuhan kredit. Ekonomi cenderung bergerak lamban”, jelasnya di Manado.

 HKL juga mendorong perusahaan pemerintah untuk berlahan siap bersaing dengan perusahaan global di tingkat regional Asia. Pengamatan dirinya pada tahun 2017 ini PDB riil ada pada 5,1% dan diasumsikan meningkat 5,3% pada 2018.

Harapannya, pertumbuhan PDB riil itu disokong dari produktivitas BUMN. BUMN harus mulai melakukan re-evaluasi asset dan reformasi struktur bisnis agar lebih profesional, efektif dan efisien. Secara perlahan, budaya perusahaan professional harus diterapkan di BUMN Indonesia.

“Untuk periode sekarang ini, masih sangat wajar jika pembangunan infrastruktur penunjang industri masih banyak dikerjakan perusahaan asing. Karena, memang sudah sekian lama geliat industri di Indonesia bergerak lamban. Stimulus pembangunan infrastruktur Presiden Jokowi, akan memicu geliat industri dari kota hingga pedesaaan. Dari Industri Pabrikan hingga industri rumahan” tambah HKL.

Di balik semua itu, ada satu poin yang menurut HKL masih perlu dipertimbangkan. Terkait soal kebijakan pajak yang terasa cukup memberatkan kalangan pengusaha dan kelas menengah baru.

“ Sebaiknya, pemerintah membuat paket kelonggaran pajak. Karena dalam situasi pertumbuhan yang belum progresif, tidak bisa diketatkan dengan beban pajak yang tinggi. Hal itu yang mendorong para investor ragu memutarkan modalnya. Kita berharap, ada paket kelonggaran pajak ditahun depan, sehingga proses industrialisasi mulai lepas landas” tutup HKL.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: