Pemerintah Akan Pantau Aktivitas Internet

JAKARTA. Ingatkah Anda dengan film Enemy of The State di tahun 1998? Film ini seolah menjadi inspirasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) memata-matai warganya, seperti Edward Snowden ungkapkan beberapa waktu lalu.

Entah meniru film atau AS, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga akan mengawasi gerak jari Anda selama posting dan berselancar di internet. Pemerintah akan mengawasi aktivitas internet warga yang memang berdampak luar biasa.

Langkah yang dilakukan Kominfo mengadakan lelang pengadaan mesin sensor internet sejak 30 Agustus lalu dengan pagu Rp 211,87 miliar. Pemenang lelang rencananya diumumkan 5 Oktober 2017.

Advisor Indonesia Cloud Forum Mochammad James mengatakan, upaya sensor sejatinya dilakukan filter DNS lokal bernama Nawala Nusantara. Dalam lelang proyek spy ini, James mengkritik teknologi deep packet inspection.

Teknologi ini memungkinkan aliran data yang diakses pengguna dapat dimonitor realtime dan bisa menjadi data mining atau pengumpulan data. “Sangat rentan disalah gunakan menjadi tools meta-matai komunikasi data,” ungkap dia.

Kominfo harus transparan atas rencana ini. Ia mengusulkan adanya pihak ketiga yang menjadi pengawas. “Supaya Kominfo tak bertindak sebagai polisi merangkap hakim di internet,” ujarnya ke KONTAN Kamis (28/9).

Mengaku tak paham detail lelang, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Samuel A. Pangerapan mengatakan, pengadaan mesin sensor ini sebagai amanah UU ITE pasal 40. “Ini amanat undang-undang,” ujarnya kepada KONTAN (28/9).

Ada 72 peserta lelang. Seperti PT INTI, PT Len Industri Telkom, PT Astra Graphia Teknology dan PT Packet Sytems Indonesia. “Ini adalah kebutuhan memfilter konten negatif di dunia maya, baik hoax, SARA, pornografi, ujaran kebencian dan lain-lain,” kata I Made Sandika Dwiantara, Bagian Navigasi ICT PT LEN Industri (Harian KONTAN, 26 September 2017)

Namun, Irwin Day, Deputi Hubungan Masyarakat Nawala, menyatakan, pengadaan perangkat dan filter dari luar negeri akan membuat industri lokal mati. “Uang Rp 211 miliar seharusnya bisa untuk peningkatan industri,” ujar dia.

Waktu lelang yang cepat, kata dia, kesempatan panitia memeriksa teknis barang untuk menentukan pemenang terlalu singkat. “Pengadaan barang khusus seperti appliances, bisa 6 pekan hingga 2 bulan,” terang Irwin.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: