BI Sebut Indonesia Harus Antisipasi Kepergian Investor Akibat Reformasi Pajak AS

https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 28 20 1837091 bi-sebut-indonesia-harus-antisipasi-kepergian-investor-akibat-reformasi-pajak-as-zOFpodyx3p.jpeg

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan kebijakan reformasi perpajakan yang membuat masyarakat Amerika Serikat (AS) akan menikmati perpajakan yang lebih ringan.

Dalam reformasi pajak, pemerintah Amerika Serikat menurunkan pajak individu dari 39,6% menjadi 37%. Sedangkan pajak korporasi akan turun dari 35% menjadi 21%.

Menanggapi hal ini Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan Indonesia perlu mengantisipasi dampak dari kebijakan pajak AS. Menurutnya, dengan penurunan pajak maka membuka peluang bagi investor-investor AS yang sebelumnya menanamkan dananya di negara lain untuk memulangkan investasinya ke AS.

“Jadi, tentu negara-negara, termasuk Indonesia perlu antisipasi. Kalau seandainya terjadi suatu capital universal itu adalah sesuatu yang perlu dikelola dengan hati-hati,” ujar Agus di Gedung BI, Jakarta (Kamis, 28/12/2017).

 Untuk mengantisipasi ini, Agus menyatakan Indonesia harus mampu menjaga fundamental ekonomi serta melakukan reformasi struktural. Dengan demikian, akan menumbuhkan kepercayaan bagi investor AS untuk menahan dananya di Indonesia.

“BI melihat yang utama kita jaga fundamental ekonomi kita. Terus melakukan struktural reformasi kita sehingga confident dari dana-dana Amerika yang ada di Indonesia agar tetap di Indonesia,” jelasnya.

Agus mengaku reformasi pajak AS yang akan berlaku di 2018 ini jauh lebih cepat dari perkiraannya yang diprediksi akan berlaku di 2019. Oleh sebab itu, negara-negara dunia harus segera mengantisipasi kebijakan ini.

“Jadi, ini suatu perkembangan yang mesti disikapi oleh negara-negara di dunia, karena di Amerika ekonominya sedang membaik, sudah dicanangkan The Fed akan menaikkan bunga sehingga normalisasi kebijakan moneter akan berjalan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku tidak akan khawatir jika investor akan berpindah menuju Amerika Serikat. Pasalnya investasi di Indonesia dinilai akan lebih menarik jika dibandingkan investasi di Amerika Serikat.

Keyakinan Sri Mulyani ini, didasarkan pada angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat. Belum lagi, kata dia, banyak lembaga survei internasional yang menilai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia akan jauh lebih tinggi pada masa mendatang.

Di samping itu, peringkat utang jangka panjang Indonesia juga mengalami peningkatan berdasarkan lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings. Sejalan dengan kenaikan rating, peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EODB) Indonesia juga mengalami peningkatan yang saat ini berada di urutan 72 dari 190 negara.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: