Soal Tunjangan Kinerja Pegawai Pajak, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Soal Tunjangan Kinerja Pegawai Pajak, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Hingga 15 Desember 2017, penerimaan pajak telah mencapai 82,5% atau Rp 1.058,4 triliun dari target Rp 1.283,6 triliun. Lalu bagaimana nasib tunjangan kinerja pegawai pajak ?

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebutkan, tunjangan kinerja pegawai pajak akan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) yang baru atau revisi atas Perpres Nomor 37 Tahun 2015.

“Pajak kan sudah diatur berdasarkan perpres yang sudah diatur pak presiden. Kita bayar aja sesuai dengan yang ditetapkan di perpres, salah satunya kan target,” kata Sri Mulyani di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Tunjangan kinerja pegawai pajak untuk 2017, akan diberikan lebih adil dan bisa dipertanggungjawabkan dari sisi produktivitas para pegawai pajak. Pemberian tetap didasari dari capaian penerimaan, tetapi yang menjadi pembeda adalah bagi Kantor Pelayanan Pajak yang berhasil merealisasikan target 100% akan mendapat tunjangan kinerja lebih tinggi.

Aturan tersebut tertuang dalam Perpres 96 Tahun 2017 tentang perubahan atas Perpres 37 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Ditjen Pajak dengan mempertimbangkan kriteria, capaian kinerja organisasi, dan capaian kinerja pegawai.

“Tidak hanya target, karena pajak itu kan ada penerimaannya tapi juga ada pelayanan, kemudahan membayar pajak, dan juga seluruh reformasi yang sedang kita lakukan dengan bea cukai. Seluruh kinerja itu akan kita tetapkan bersama dengan kinerja yang bisa dibayarkan kepada tim pajak,” ungkap dia.

Dalam Perpres 96 Tahun 2017, tunjangan kinerja berdasarkan kriteria dapat diberikan paling banyak 10% lebih rendah sampai dengan paling banyak 30% lebih tinggi dari besaran tunjangan yang tercantum dalam lampiran Perpres 37 Tahun 2015.

Sebelumnya, dalam Perpres 37 Tahun 2015, tunjangan kinerja pegawai pajak diberikan dengan mempertimbangkan realisasi penerimaan pajak pada tahun sebelumnya. Maksudnya, jika realisasi penerimaan 95% atau lebih dari target maka tunjangan kinerja yang didapat 100%.

Kemudian jika realisasi penerimaan pajak 90% hingga kurang 95% dari target penerimaan maka tunjangan kinerja 90%. Lalu jika realisasi penerimaan pajak 80% hingga kurang 90% dari target penerimaan, maka tunjangan kinerja 80%.

Jika realisasi penerimaan pajak hanya 70% hingga kurang dari 80% dari target penerimaan, maka tunjangan kinerja yang bisa dibawa pulang hanya 70%. Jika penerimaan pajak kurang dari 70% dari target penerimaan maka tunjangan kinerja yang bisa dibawa pulang hanya 50%.

Sumber : detik.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: