Produksi, geopolitik bayangi laju harga komoditas

Produksi, geopolitik bayangi laju harga komoditas

Harga minyak mentah, batubara, dan emas dunia bergerak positif sepanjang tahun ini. Sebaliknya, harga minyak kelapa sawit terpuruk gara-gara harus bersaing dengan minyak kedelai.

Keputusan Organization of the Petreoleum Exporting Countries (OPEC) memangkas produksi minyak hingga 1,8 juta barel per hari di akhir 2016 mampu menopang harga minyak. Per 29 Desember 2017, harga minyak WTI bertengger di US$ 60,1 per barel, menguat 5,6% secara year to date (ytd).

Penguatan harga minyak semakin terasa ketika OPEC memutuskan pemangkasan produksi diperpanjang hingga akhir tahun 2018. Meskipun, penguatan harga itu juga dimanfaatkan oleh Amerika Serikat (AS) untuk menggenjot produksi hingga mendekati produksi dua negara produsen terbesar, Arab Saudi dan Rusia, pada kisaran 10 juta barel per hari.

Faisyal, Analis PT Monex Investindo Futures, memproyeksikan, harga minyak tahun 2018 sekitar US$ 50-US$ 70 per barel. “Harga minyak sempat mendapat tekanan penguatan dollar AS dan tingginya pasokan dari AS,” urai Faisyal.

Komoditas energi lainnya, batubara, meraih kenaikan harga yang fantastis. Per 28 Desember 2017, harga batubara mencapai US$ 99,45 per metrik ton, naik 28,9% ytd. Harga batubara melambung setelah China melakukan reformasi di sektor pertambangan demi mengurangi polusi udara. “Khusus batubara, China masih menjadi faktor utama,” kata Wahyu Tribowo Laksono, Analis PT Central Capital Futures. Tahun 2018, prediksi dia, harga batubara US$ 60-US$ 120 per metrik ton.

Sementara pergerakan harga emas diuntungkan oleh kondisi geopolitik di berbagai belahan dunia. Per 29 Desember 2017, harga emas US$ 1.299,10 per ons troi atau menguat 11,14%. Selain itu, Deddy Yusuf Siregar, Analis PT Asia Tradepoint Futures, bilang, permintaan emas juga naik terutama India, dari 600 ton di 2016 menjadi 700 ton pada 2017. Tapi, emas tertahan oleh kenaikan suku bunga dan reformasi pajak AS. Proyeksi Deddy, harga emas US$ 1.300-US$ 1.388 per ons troi tahun depan.

Selanjutnya, harga minyak kelapa sawit (CPO) per 29 Desember 2017 sebesar RM 2.444 per metrik ton, terjun 14,84% ytd. Salah satu penyebabnya: kenaikan produksi minyak kedelai sebagai produk substitusi. Namun, Deddy memprediksikan, harga CPO bakal kembali ke RM 2.800-RM 2.830 per metrik ton pada tahun depan.

Sumber : kontan.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: