Lelang Blok Migas 2015 dan 2016 Tak Diminati Investor, Ini Biang Keladinya

https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 04 320 1840154 lelang-blok-migas-2015-dan-2016-tak-diminati-investor-ini-biang-keladinya-JegsGlmjMv.jpg

Lelang blok minyak dan gas (migas) yang ditawarkan pemerintah kepada kontraktor selalu sepi peminat. Seperti di 2015 dan 2016, dari total 22 blok yang dilelang tidak ada satu pun yang diminati.

Salah satu penyebab kurang minatnya kontraktor terhadap lelang blok migas yang ditawarkan pemerintah adalah kualitas data.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, bicara jujur memang selama ini data blok migas disiapkan oleh badan usaha (KKS). Seperti lelang di 2017, 70% data dari 7 blok migas berasal dari badan usaha.

Ego mengatakan, pemerintah bukan tidak mau menyiapkan data untuk blok yang akan dilelang. Hanya saja, ada keterbatasan anggaran untuk melakukan seismik terhadap satu blok.

“Contohnya gini yah, namanya survei seismik, kalau data badan usaha scane jalan, balik lagi. Kalau data disiapin pemeirntah karena anggaran terbatas dan melakukan sistem 2D memang kerapatan dan kualitas data memang tidak sebagus itu,”ujarnya.

Secara rata-rata anggaran seismik yang dialokasikan untuk Badan Geologi sekira Rp90 miliar per tahun. Tentu anggaran ini tidak cukup karena untuk melakukan seismik detail dibutuhkan sekira Rp100 miliar untuk satu blok.

Dia mencontohkan, untuk 2017 pemerintah melakukan seismic hanya di tiga blok yakni Blok Arafura Selatan Rp25 miliar, Selaru Timur Rp26 miliar, Pulau Buru Rp25 miliar. Sementara di 2018, hanya dua lokasi, di Sela Bangga Sulawesi Tenggara Rp29 miliar dan Singkawang Kalimantan Barat Rp29 miliar.

“Rp90 miliar dibagi tiga wilayah masing-masing Rp30 miliar tadinya kita dapat 1.000-3.000 km square dengan anggaran pemerintah terbatas sekali,”ujarnya.

Karena keterbatasan anggaran ini, dari 128 cekungan, 40% blok sudah dieksplorasi dan berhasil produksi, 20% sudah pernah diekplorasi tapi belum dilakukan apa-apa dan 40% belum dilihat.

“Tahun lalu Rp70 miliar, hanya dua dan tiga lokasi 2017. 2018 kurang lebih sama (jumlah seismik). Dan kita lebih mendorong untuk penawaran langsung,” ujarnya.

Meski demikian, Ego mengatakan, visi pemerintah ke depan akan membuka data-data yang selama ini rahasia. Jadi bagaimana eksisting mendapat data yang dipunya pemerintah melalui Pusdatin bisa punya akses ke situ.

“Kalau kualitas data maintence yang ada tidak ada masalah. Yang berat itu adalah Kita menambah jumlah seismic di wilayah timur. Itu range kalau kita lakukan secara betul untuk satu base bisa di atas Rp100 miliar. Sementara jalannya segini, terbatas,” ujarnya.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: