Pembelaan Bulog saat beras jadi penyumbang inflasi sepanjang 2017

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sepanjang Desember 2017 sebesar 0,71 persen. Sementara, inflasi tahun kalender (year to date) tercatat sebesar 3,61 persen. Salah satu penyumbang inflasi ialah harga beras yang mengalami kenaikan.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengakui adanya kenaikan harga beras. Namun kenaikan itu bukan karena stok beras tidak tersedia sehingga menyumbang terhadap inflasi. Dia mengklaim bahwa stok beras cukup tersedia.

“Iya (naik), tapi kan tidak banyak naik nya. Kalau Bulog masih punya stok. 900 hampir satu juta (ton) pasokan,” katanya, di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/1).

Dia mengatakan, akan terus berusaha untuk menggelontorkan beras sebanyak yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, Bulog juga akan bekerja sama dengan beberapa pihak untuk ketersediaan stok beras.

“Kami kerja sama dengan pedagang besar, PBC, dgn food station, di daerah juga,” ujarnya.

Untuk mendisiplinkan harga, Bulog masih melepas beras operasi dengan catatan dijual ke konsumen tidak boleh menyentuh HET (harga eceran tertinggi). “HET kami kan Rp 9.450. Jadi yang ambil beras operasi bulog tidak boleh menjual mendekati atau melampaui Rp 9.450,” tutupnya.

Sumber : merdeka.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: