Penyaluran KUR Masih Kurang Bertenaga di 2017

Penyaluran KUR Masih Kurang Bertenaga di 2017

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2017 belum mencapai target seperti yang sudah ditetapkan pemerintah. Hingga November 2017, penyaluran KUR baru mencapai Rp91,3 triliun atau 85,6 persen dari target sebesar Rp106,6 triliun.

Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, jika ditelusuri penyaluran KUR untuk 4 juta debitur tersebut didominasi oleh KUR mikro 70,4 persen, lalu diikuti skema KUR ritel 29,3 persen, dan KUR Tenaga Kerja Indonesia (TKI) 0,3 persen. Jika dilihat menurut wilayah, penyaluran KUR didominasi Pulau Jawa dengan porsi penyaluran sebesar 55,8 persen atau Rp50,9 triliun.

Diikuti oleh Sumatera sebesar 19 persen atau Rp17,32 triliun, Sulawesi sebesar 10,2 persen atau Rp9,3 triliun. Kemudian Bali dan Nusa Tenggara sebesar 6,7 persen atau Rp6,1 triliun, Kalimantan 6,2 persen atau Rp5,6 triliun, dan Maluku dan Papua sebesar 2,1 persen atau Rp1,9 triliun.

Sementara penyaluran KUR melalui industri perbankan yang sudah ditetapkan sebagai lembaga keuangan penyalur tercatat tertinggi dicapai oleh BRI 96,2 persen, Bank Mandiri 93,1 persen, dan BNI 65,6 persen. Sedangkan untuk kinerja penyaluran bank umum swasta 24,9 persen dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) 31,2 persen.

Deputi Menko bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir mengatakan target penyaluran KUR Rp106,6 triliun  tak akan mencapai 100 persen. Dia memperkirakan hingga akhir 2017 penyaluran KUR akan berada pada angka 92 hingga 93 persen dari target KUR, atau sekitar Rp98,1 triliun hingga Rp99,1 triliun.

“Enggak mungkin tercapai 100 persen. Ada salah satu yang memengaruhi juga karena penurunan suku bunga KUR sembilan persen jadi tujuh persen tahun depan. Ini ternyata membuat debitur banyak yang sudah tahu dan mereka menunggu sampai Januari 2018 untuk mengajukan KUR. Nah itu yang menjadi hambatan bank untuk menyalurkan KUR-nya,” kata Iskandar.

Meski demikian, KUR untuk sektor produksi, termasuk sektor jasa tercatat mampu naik dari 33 persen di Desember 2016 menjadi 44 persen di November 2017. Sedangkan sektor produksi tanpa sektor jasa naik dari 22 persen di Desember 2016 menjadi 31,5 persen di November 2017.

Penyaluran KUR Terhambat Lesunya Industri UMKM

Sementara itu, Ekonom Institute for Economic and Development Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai salah satu faktor yang menghambat penyaluran KUR sepanjang 2017 akibat lesunya industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal seperti ini harus segera diantisipasi oleh pemerintah.

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan III-2017, industri pengolahan tembakau anjlok -21,9 persen (yoy), industri kulit dan barang dari kulit tumbuh negatif -0.18 persen, industri farmasi dan kimia -11,55 persen (yoy), industri karet dan plastik -10,68 persen, industri mesin dan perlengkapan -14,9 persen.

Beberapa industri tersebut, lanjutnya, porsinya cukup besar dalam struktur usaha mikro. “Melihat hal itu UMKM secara umum masih belum berani menambah kredit ke perbankan meskipun skemanya KUR,” kata Bhima, saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Jumat 5 Januari 2018.

Meski industri kecil mikro tumbuh 5,34 persen secara tahunan, kata Bhima, angka ini terendah dalam tiga tahun sebelumnya di triwulan yang sama. Ini mengonfirmasi bahwa daya beli masyarakat 40 persen paling bawah sedang lesu. Penyalur KUR oleh bank pun dianggap tidak agresif karena kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) secara umum di atas tiga persen.

Ditambah risiko penyaluran kredit di 2017 masih cukup besar.  “Disposable keuntungannya turun, jadi permintaan produk UMKM ikut turun dan memengaruhi realisasi KUR,” imbuh dia.

Sumber : metrotvnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: