Harga Naik, Pemerintah Siap Gelontor Beras ke Pasar

Buruh menurunkan beras Bulog di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (26/7/2017). Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas beras memberikan pengaruh yang besar kepada para petani dan pedagang sehingga menyebabkan pasokan beras ke pasar induk anjlok.

Awal tahun 2018 pemerintah tengah dipusingkan oleh melonjaknya harga beras di seluruh Indonesia.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, pada hari ini pemerintah menjalankan operasi pasar beras di seluruh Indonesia melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

“Mulai besok, harus sudah mulai rata semuanya (operasi pasar), seluruh pasar-pasar tradisional sudah masuk beras Bulog,” ujar Mendag di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Dalam operasi pasar tersebut pemerintah akan menggelontorkan beras jenis medium di seluruh Indonesia.

“Seluruh pasar tradisional sudah harus masuk beras Bulog jenis medium dengan harga tidak lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) di daerah-daerah yang harganya naik,” ungkap Mendag.

Namun demikian, Mendag tidak menjelaskan lebih lanjut terkait berapa besaran stok beras yang disiapkan pemerintah guna menjalankan operasi pasar di seluruh Indonesia.

“Pokoknya kami tugasnya penetrasi harga dulu, kami semuanya ada. Berapapun kebutuhannya kami gelontorkan, karena ini segera dikawal oleh polisi. Tidak ada khawatir berapapun kebutuhannya saya gelontorin,” kata Mendag.

Bulog Gelontor Beras

Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti mengatakan, pihaknya telah menyiapkan stok beras sebanyak 950.000 ton untuk operasi pasar beras tahun 2018.

Djarot mengatakan, dalam operasi pasar ini dirinya tidak lagi secara mendiri melainkan bersama tim dengan melibatkan pelaku usaha swasta.

“Kemarin kami rapat dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) bagaimana kami satu langkah untuk meredam kenaikan harga yaitu dengan cara yang baik, saya masih punya stok 950.000 ton itu akan saya manfaatkan semaksimal mungkin,” kata Djarot kepada Kompas.com, Senin (8/1/2018).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) harga rata-rata beras kualitas medium I di Jakarta telah mencapai Rp 13.600 per kilogram atau melewati batas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 9.450 per kilogram.

Kemudian tertinggi ada di wilayah Papua Barat mencapai Rp 14.250 per kilogram atau melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp Rp 10.250 per kilogram.

Selain itu, terendah ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp 9.650 per kilogram, namun juga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp Rp 9.450 per kilogram.

Sumber : kompas.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: