Hitung-Hitungan Target Pajak yang Ideal di 2018

Hitung-Hitungan Target Pajak yang Ideal di 2018

Target penerimaan pajak 2018 dipatok sebesar Rp1.424 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Target tersebut tumbuh 10,9 persen atau Rp140,4 triliun dari target penerimaan pajak dalam APBN-Perubahan 2017 sebesar Rp1.283.6 triliun.

Namun, pada realisasinya, penerimaan pajak 2017 hanya terkumpul Rp1.151,1 triliun. Artinya bila dihitung berbasis realisasi, maka pertumbuhannya makin besar yakni 23,7 persen atau dengan kenaikan nominal sebesar Rp272,9 triliun.

Hal ini pun sudah disadari oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Bahkan, Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengatakan pertumbuhan pajak tahun ini menjadi tantangan tersendiri.

Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan DJP Yon Arsal pun berkata demikian. Yon menyatakan bila dibandingkan berdasarkan angka realisasi, maka target tahun ini cukup menantang.

Yon menjelaskan, normalnya, bila dihitung berdasarkan rumus perhitungan asumsi pertumbuhan ekonomi 2018 yang sebesar 5,4 persen dan inflasi yang sebesar 3,5 persen, maka pertumbuhan penerimaan pajak yang normal yakni sebesar sembilan persen.

Sehingga bila dihitung kasar nominal kenaikan targetnya sebesar Rp103,6 triliun dari realisasi, atau target pajak di 2018 menjadi Rp1.254,7 triliun.

“Secara ekonomi normal tumbuh sembilan persen,” kata Yon pada Medcom.id, di Kemenkeu, Jakarta seperti dikutip Senin, 8 Januari 2018.

Namun, kata Yon, pertumbuhan tak bisa juga diterjemahkan dengan kata normal, karena DJP memiliki upaya lain untuk membuat pertumbuhan lebih tinggi.

Contohnya saja pada capaian penerimaan tahun lalu, yang apabila dihitung dengan pertumbuhan normal yakni dimana target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen dan inflasi 4,3 persen maka pertumbuhan pajaknya 9,5 persen. Namun, pada realisasinya tumbuh 15,85 persen tanpa memasukkan unsur tax amnesty atau pengampunan pajak.

“Contoh, kemarin (2017) dari perkiraan pertumbuhan normal, kita bisa tumbuh dengan non tax amnesty serta non revaluasi 15-persenan. Itu sudah bagus lah menurut saya. Apalagi pertumbuhan 15 persen itu terakhir dicapai di 2009. Artinya ini sangat tergantung terhadap banyak faktor juga,” ujar Yon.

Sementara itu, pengamat pajak, Yustinus Prastowo mengatakan meski tren penerimaan pajak diperkirakan positif, namun belum cukup kuat untuk menopang angka APBN 2018.

Menurut Pras, sapaan akrab dirinya, revisi target pajak 2018 menjadi opsi yang dapat diambil agar APBN 2018 tetap realistis. Dia bilang, kenaikan yag terlalu tinggi dan keterbatasan kapasitas, rawan pada praktek pemungurtan yang tidak adil. Dia menghitung, idealnya, target pajak 2018 tumbuh maksimalnya lima persen dibanding target tahun lalu.

“Di bawah lima persen dari target 2017,” tutur Pras.

Artinya, bila dihitung kasar, maka pertumbuhannya tak lebih dari nominal Rp68,2 triliun atau target penerimaannya tak melebihi Rp1.347,8 triliun.

Sumber : metrotvnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: