Kemendag Gandeng Polri Awasi Perdagangan Online Barang Impor

Kementrian Perdagangan meggandeng Polisi Republik Indonesia untuk mengawasi barang impor yang masuk melalui perdagangan online. Setiap barang yang masuk dan beredar di Indonesia harus memenuhi kualifikasi SNI.

Hal itu dikatakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat melakukan penandatangan nota kesepahaman (Mou) dengan Kepala Polri Tito Karnavian di Kantor Menteri Perdagangan, Senin, 8 Januari 2018. ‎Nota kesepahaman tersebut mengenai Penegakan Hukum, Pengawasan, dan Pengamanan di Bidang Perdagangan.

Enggar mengatakan, persaingan perdagangan saat ini bukan hanya dalam negeri namun juga antar negara. Indonesia sebagai negara berpenduduk banyak merupakan pasar yang menarik bagi pedagang dunia.

Meskipun demikian, persaingan dagang yang mengutamakan jenis dan harga murah seringkali mengesampingkan kualitas produk.

Menurut Enggar, peredaran barang di bawah kualitas Standar Nasional Indonesia sangat merugikan konsumen. Saat ini, Kementrian Perdagangan dan Polri kerap bekerja sama untuk mencegah peredaran barang yang kualitasnya di bawah SNI tersebut.

Namun tidak dipungkiri, perdagangan online antar negara menjadi celah bagi peredaran barang di bawah kualitas SNI tersebut.‎  Seperti diketahui saat ini banyak e commerce di Indonesia yang menjual barang dari luar negeri.

“Kita tidak akan membiarkan bangsa Indonesia hanya jadi pasar dari produk-produk yang berkualitas sendirian. Meskipun demikian, kami tidka bisa jalan sendirian tanpa ada dukungan dari Polri,” ujar dia.‎

Enggar mengatakan, saat ini Kementerian Perdagangan sedang menggodok petunjuk teknis mengenai pengawasan dalam perdagangan online tersebut. “Sedang kami susun, nanti kami juga akan mengundang pelaku perdagangan online untuk mendapatkan masukan,” ujar dia.

Sementara itu ‎noktah kesepahaman yang ditanda tangani merupakan perpanjangan dari MoU tangga 4 Januari 2013. dlaam noktah kesepahaman tersbeut disebutkan bahwa Kegiatan penegakan hukum di bidang perdagangan harus mencakup keseluruhan sub bidang termasuk perdagangan berjangka komoditas maupun distribusi barang pokok dan penting.

Sementara itu Kapolri Tito Karnavian mengatakan,‎ perdagangan elektronik merupakan fenomena baru yang akan merubah pola perdagangan dunia. “Online trading suatu saat akan berpengaruh besar terhadap perdagangan fisik yang nyata saat ini. Hal ini akan berpengaruh terhadap pengangguran,” tuturnya.

Tito mengatakan, ekonomi dan stabilitas keamanan sangat berkaitan erat. Jika ekonomi tidak baik yang disertai banyak pengangguran, hal ini akan membahayakan stabilitas keamanan.

“Contohnya seperti di Iran, dimana inflasi sangat tinggi yang memicu massa melakukan demo,” ucapnya.

Sumber : pikiran-rakyat.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: