Rapor Kinerja ESDM Sektor Migas di 2017, Merah atau Hijau?

https: img.okeinfo.net content 2018 01 09 320 1842482 rapor-kinerja-esdm-sektor-migas-di-2017-merah-atau-hijau-ugjUQPPSze.jpg

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sub sektor minyak dan gas bumi (migas) merilis laporan kinerja selama 2017. Ada beberapa kebijakan yang telah dibuat hingga tidak tercapainya target.

Mengutip data Kementerian ESDM, Selasa (9/1/2018), di awal tahun pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 27/2017 tentang insentif pajak PSC cost recovery. Selama masa eksplorasi dan eksploitasi kontraktor bebas bea masuk impor barang dan insentif PPN/PPnBM, PPh dan PBB.

Kemudian perpajakan PSC Gross Split melalui PP Nomor 53 Tahun 2017. Di mana sekarang tidak ada pengenaan pajak dari tahap eksplorasi hingga tahap pertama produksi, loss carry forward hingga 10 tahun, depresiasi dipercepat dan pengenaan indirect tax pada masa produksi diperhitungkan di dalam keekonomian lapangan yang akan dikompensasi melalui split adjusment.

Pemerintah pun membuktikan melalui skema gross ada 5 blok dari 10 blok migas yang diminati investor. Padahal di 2015 dan 2016, lelang blok migas menggunakan skema cost recovery tidak ada yang laku.

Untuk lifting migas sepanjang 2017 mencapai 1.944 ribu BOEPD atau 98,9% dari target dalam APBN-P sebesar 1.965 ribu BOEPD. Guna mengejar kekurangan lifting, ke depan pemerintah mendorong percepatan kegiatan eksplorasi dan penyelesaian proyek lapangan hingga mempercepat penyelesaian masalah non-teknis.

Meski lifting migas tidak tercapai, penerimaan negara melalui sub sektor migas tembus Rp138 triliun atau 117% dari target dalam APBN-P 2017 sebesar Rp118,4 triliun. Sejak 2018, proporsi cost recovery lebih besar dari penerimaan negara.

Setelah dilakukan peningkatan evaluasi WP&B dan pengawasan serta efisiensi di beberapa proyek migas maka pada 2017 penerimaan bagian negara lebih besar USD1,8 miliar dibanding cost recovery.

Terkait Program BBM Satu Harga, telah terbangun 57 lembaga penyalur BBM Satu Harga dari target 157 lokasi di 2019. Di 57 titik itu, harga BBM jenis Solar Rp5.150 per liter dan Premium Rp6.450 per liter. Tahun ini ditargetkan ada 54 lokasi lagi terbangun.

Dari sisi hilir, alokasi gas domestik yang termanfaatkan untuk listrik dan industri mencapai 60,6&. Untuk program jaringan gas (Jargas) mencapai 383.065 sambungan rumah (SR) lebih besar dari target 376.914 SR. Penambahan pipa gas tahun ini sepanjang 484 km dari Ruas Belawan-KIM-KEK, Ruas Rayo Selincah dan Ruas WJB Batam.

Sementara itu, untuk realisasi pembagian konverter kit LPG untuk nelayan mencapai 17.081 unit di 28 kabupaten dan kota. Realisasi ini lebih besar dari 2016 sebanyak 5.473 unit.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: