Tarif cukai likuid vape idealnya 10%-15%

Tarif cukai likuid vape idealnya 10%-15%

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) mengapresiasi pemerintah yang membuat regulasi untuk mengatur industri rokok elektrik (vape atau e-cigarette) melalui tarif cukai likuid vape. Namun, APVI menilai tarif yang akan dikenakan pemerintah sebesar 57% di 1 Juli 2018 terlalu tinggi.

Ketua Humas APVI Rhomedal Aquino mengatakan, tarif cukai tersebut terlalu besar dan sangat memberatkan. Sebab, sebagian industri yang bermain pada bisnis ini merupakan industri kreatif dan industri kecil menengah.

“Kalau tarif 57%, bisa membunuh industri,” kata Rhomedal kepada Kontan.co.id, Selasa (9/1).

Rhomedal juga membandingkan praktik di negara lain. Eropa lanjut dia, hanya mengenakan tarif 20%. Hal itu dibarengi dengan pernyataan pemerintahnya bahwa vape 95% lebih baik dari rokok.

Oleh karena itu, ia menilai tarif yang cukai likuid vape yang ideal bagi Indonesia jauh di bawah angka yang ditetapkan pemerintah saat ini. “Idealnya untuk Indonesia saat ini sekitar 10%-15%,” tambah dia.

Menurutnya, industri vape saat ini tengah berkembang. Ia menyebut, jumlah toko penjual vape di seluruh Indonesia sekitar 3.500 toko. Itu pun hanya toko yang bergabung dengan APVI. Belum lagi penjualan vape secara online.

Industri itu lanjut dia, berpotensi menjadi sebesar rokok konvensional. Jika pemerintah mempersulit, pihaknya khawatir industri ini justru kabur ke luar negeri.

Sumber : kontan.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: