Tolak Impor, Petani Takut Harga Gabah Jatuh

Warga menjemur gabah di tempat penggilingan padi. (ilustrasi)

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menolak wacana impor beras yang sedang mencuat. Ketua Umum KTNA Winarno Thohir mengatakan, petani tak menginginkan impor karena langkah itu dapat membuat harga gabah jatuh.

“Kalau impor itu, baru ‘akan’ saja, harga sudah jatuh,” ujarnya, saat dihubungi Republika, Rabu (10/1).

Winarno tak memungkiri, tingginya harga beras saat ini memang menjadi berkah bagi petani. Sebab, Gabah Kering Panen (GKP) yang diproduksi petani kini dihargai Rp 5.500 per kilogram di pasar umum. Jauh lebih tinggi dibanding harga pemerintah, yakni Rp 3.700 per kilogram.

Namun begitu, menurut dia, kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Sebab, ia memperkirakan pada Februari mendatang, banyak lahan padi yang akan memasuki masa panen. Begitu panen tiba, maka harga pun akan kembali turun.

Selama menunggu masa panen tersebut, Winarno memandang opsi impor bukan pilihan terbaik. Sebab, Perum Bulog, sebagai kepanjangan tangan pemerintah, juga masih memiliki stok beras untuk memenuhi kekurangan produksi.

“Memang perannya Bulog kan di situ, untuk menjadi stabilisator. Jadi sudah betul kalau pemerintah bilang tidak impor. Kecuali kalau panen raya masih lama. Ini kan sudah dekat,” ucapnya.

Sumber : republika.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: