Pengunjung Mal Turun Ternyata Imbas Eksodus Penduduk Pasca Bisnis Batu Bara Lesu

Pengunjung Mal Turun Ternyata Imbas Eksodus Penduduk Pasca Bisnis Batu Bara Lesu

Sejumlah mal di Balikpapan dan Samarinda merasakan adanya penurunan daya beli masyarakat imbas dari anjloknya bisnis tambang batu bara beberapa tahun lalu. Maya Lani Pangau, Public Relation e-Walk dan Mal Pentacity Balikpapan mengatakan, belakangan ekonomi secara nasional termasuk Kaltim mengalami penurunan.

“Jujur tempat kami ikut kena dampak. Kunjungan kami mengalami penurunan. Ekonomi daerah sedang rendah, kunjungan kami juga ikut turun,” tuturnya kepada Tribunkaltim.co ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/1) siang.

Ekonomi daerah yang sedang menurun membuat daya beli masyarakat menurun. Konsumsi masyarakat diperkecil menyesuaikan besaran pendapatan. Saat kondisi ekonomi melemah diikuti pengurangan tenaga kerja dan sektor pertambangan pun melemah.

“Jaya-jayanya pertambangan dahulu, banyak sekali yang datang. Belanja, menghabiskan uang untuk belanja, konsumsi banyak,” kata Maya.

Berdasarkan catatan statistik, tingkat kunjungan perbandingan 2016 dan 2017 mengalami penurunan kunjungan. Angka penurunan mencapai 20 persen. Tentu saja, bagi Maya akan merugikan para tenant. Semakin menurunnya kunjungan akan berpengaruh pada tingkat pembelian di tenant.

Soal perkembangan terkini mengenai adopsi marketing yang berbasiskan online, menurut dia tidak terlalu berpengaruh secara signifikan. Belanja secara online belum terlalu membumi di masyarakat Balikpapan.

“Masih ada pengunjung yang tidak suka membeli belum melihat barangnya secara nyata. Masih ada tipe pembeli yang mau lihat bentuk wujud belanja yang akan dibelinya,” tuturnya.

Mengenai belanja online, pihaknya telah merangkul untuk melakukan kegiatan marketing. Saat itu Desember 2017 hingga Januari 2018, E Walk melakukan program penjualan yang memberikan ruang bagi penjual yang menerapkan online.

“Kami sediakan ruang. Cara online dipertahankan. Kalau nanti ada yang beli ingin lihat bentuk wujudnya bisa datangi langsung ke E Walk,” kata wanita kelahiran Balikpapan ini.

Sama halnya diungkapkan, Lian Marliati, Supervisor Matahari E Walk, mengatakan, dua tahun terakhir kondisinya tidak berubah dibandingkan Matahari di tempat lain seperti Mall Balikpapan Baru dan mal di Samarinda.

“Saya yang tugas di sini sebelumnya tugas di Balikpapan Baru dan Samarinda, dibandingkan yang di sini masih mending. Penurunan tidak terlalu, pertumbuhan naik walau tidak banyak,” katanya.

Sementara, General Manager Plaza Balikpapan Aries Ardiyanto, penurunan tingkat kunjungan Plaza Balikpapan dirasakan secara nyata. Masyarakat yang berbelanja di Plaza Balikpapan dipengaruhi adanya penurunan ekonomi daerah.

“Banyak orang yang eksodus keluar dari Kaltim, pindah tempat. Kena pengurangan pekerjaan banyak yang pulang kampung. Orang yang berbelanja kurang. Dulu banyak orang yang datang,” ungkapnya.

Dampak yang sangat terasa itu sejak memasuki tahun 2014 hingga mencapai 2017. Penurunan pengunjung dibanding tahun sebelumnya telah mencapai 20 persen. Pengaruh marketing online tidak terlalu berpengaruh, sebab tipologi masyarakat Balikpapan lebih sering masih suka bertatap langsung, datang bersama-sama dalam satu tempat untuk nongkrong bersama.

“Tenant retail yang paling dirasakan. Biasanya retail di Balikpapan juara di pulau Kalimantan. Sekarang kalah. Berada di paling bawah pendapatannya, sudah digeser dengan Kalimantan Tengah,” tuturnya.

Sumber : tribunnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: