1 Februari, Berlaku Penyederhanaan Pengawasan Barang Impor

image_title

Persoalan pengawasan ketentuan larangan dan atau pembatasan sempat menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Karena dianggap menghambat impor.

Maka, diambil kebijakan pengalihan pengawasan dari border (yakni pelabuhan) ke post border. Melalui upaya itu, akan ada barang-barang impor yang tidak perlu diperiksa lagi di pelabuhan.

“Untuk berlaku besok 1 Februari (2018). Sudah keluar semua peraturannya,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, dalam keterangan pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 31 Januari 2018.

Penyederhanaan larangan dan atau pembatasan ini, kata Darmin, dilakukan dengan pengurangan pengawasan di border. Dia menjelaskan, dari total 10.826 kode HS, sebanyak 5.229 atau 48,3 persen adalah lartas impor.

Maka, dilakukan pergeseran pemeriksaan lartas yang biasanya dilakukan di pelabuhan atau border, kini dilakukan di post border atau di luar pelabuhan sebanyak 3.466 kode HS atau 32,02 persen.

Darmin mengatakan, untuk pergeseran pemeriksaan dari border ke post border itu, telah diubah 25 regulasi yang ada di tujuh kementerian dan lembaga. Yaitu Kementerian Pertanian satu regulasi, Kementerian ESDM satu regulasi, Kementerian Kesehatan satu regulasi, Kementerian Perdagangan 19 regulasi, Kementerian Kominfo satu regulasi, dan BPOM sebanyak dua regulasi.

Dari kode HS yang digeser ke post border, atau barang impor yang tidak perlu diperiksa di pelabuhan, adalah sebanyak 2.370 kode HS atau 21,89 persen.

“Tidak perlu diperiksa di pelabuhan tapi kementerian terkait. Ada alamatnya kok,” kata Darmin.

Tetapi 2.370 kode HS atau sebesar 21,89 persen, tetap diperiksa di pelabuhan atau border.

Pemerintah juga memberi keistimewaan terhadap 381 perusahaan besar yang melakukan impor. Yakni, tidak perlu diperiksa di pelabuhan atau border, tetapi di tempat terkait. Kode HS mereka, masuk di antara 2.370 yang digeser tadi.

Hanya perusahaan mana saja, Darmin tidak menyebutkannya. “381 perusahaan besar yang masuk kategori punya reputasi baik,” katanya.

Sumber : viva.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: