AS Potong Pajak untuk Kelas Menengah, Apa Dampaknya untuk Indonesia?

Ilustrasi pajak

Paket kebijakan perpajakan Amerika Serikat menyertakan ketentuan pemangkasan pajak bagi warga kelas menengah dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) cukup tinggi. Lantas, apa dampaknya kebijakan tersebut terhadap roda perekonomian di Indonesia?

“Itu berpeluang menarik kembali uang masuk ke Amerika karena dengan turunnya Pajak Penghasilan badan, dana atau profit yang selama ini diparkir di luar negeri akan kembali ke sana,” kata Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo saat dihubungi Kompas.com, Rabu (31/1/2018).

Yustinus menyebutkan, pemangkasan pajak bagi warga kelas menengah dan pelaku UKM di AS berpeluang menjadi daya tarik tersendiri sehingga kemungkinan besar investor akan mempertimbangkan memutar uangnya di sana. Jika investor melihatcompetitiveness dan insentif perpajakan di Indonesia kurang menarik, bukan tidak mungkin mereka mengalihkan dananya ke AS.

Kemungkinan ini diprediksi Yustinus bisa terjadi dalam waktu dekat. Hal itu dikarenakan mobilitas dana yang sangat mudah didukung dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini.

“Jangan sampai Indonesia ketinggalan dan kurang memberikan kemudahan kepada calon investor, misalnya kebijakan perizinan, logistik, termasuk pajak salah satunya,” tutur Yustinus.

Dalam paket kebijakan pajak, otoritas di AS membebaskan pajak bagi warganya yang memiliki penghasilan per tahun tidak melebihi 24.000 dolar atau Rp 312 juta. Itu setara dengan menaikkan dua kali batas potongan pajak dari yang sebelumnya telah ditetapkan.

Kemudian, bagi keluarga dengan empat anak dan penghasilannya tidak melebihi 75.000 dolar per tahun atau Rp 975 juta akan dapat pemotongan pajak separuh dari tahun lalu.

Untuk perusahaan, akan dikenakan potongan pajak 21 persen dari yang tadinya 35 persen. Ketentuan ini dilakukan dengan perkiraan pelaku usaha menaikkan income rata-rata para pekerjanya hingga 4.000 dolar.

Sedangkan bagi UKM, pengenaan pajaknya akan dikurangi menjadi 20 persen dari total penghasilan mereka.

Sumber : kompas.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: