Premium Makin Langka, Revisi Perda Pajak Pertalite Dianggap Solusi Tepat

Premium Makin Langka, Revisi Perda Pajak Pertalite Dianggap Solusi Tepat

Semakin langkanya premium saat ini dinilai pihak DPRD Riau sebagai upaya pemerintah dalam mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara perlahan dan diam-diam.

Komisi II DPRD Riau yang membidangi masalah ini menilai, kelangkaan premium tersebut seperti sudah menjadi strategi oleh pemerintah, bagaimana masyarakat secara tidak sadar perlahan kehilangan premium yang disubsidi tersebut.

Salah seorang anggota Komisi II DPRD Riau, Mansyur HS menyampaikan, pihaknya terus memantau perkembangan kelangkaan premium tersebut, hingga terjadinya kenaikan BBM jenis pertalite beberapa waktu lalu, yang semakin membuat masyarakat mengeluh.

“Kondisi kelangkaan premium sekaligus makin mahalnya harga pertalite menimbulkan polemik dan merugikan masyarakat. Kita lihat, hampir di semua SPBU masyarakat ngantre panjang untuk menunggu premium,” kata Mansyur kepada Tribun, Sabtu (3/2).

Menurut Mansyur, kondisi tersebut seperti sebuah kesengajaan yang dilakukan pemerintah, bagaimana menggiring masyarakat mulai menggunakan pertalite. Secara perlahan dan berangsur-angsur premium terus diperkecil distribusinya, kemudian ujungnya dihilangkan dan dicabut subsidinya.

“Pemerintah secara bertahap melakukan pengurangan distribusi premium, sehingga terpaksa untuk beralih ke Pertalite. Hal itu dilakukan guna mencegah gejolak di masyarakat. Karena jika secara langsung dicabut, bisa terjadi demonstrasi dan gelombang penolakan, makanya dilakukan dengan perlahan,” ulasnya.

Dikatakannya, harga pertalite tersebut tidak berkaitan dengan harga dasar dan pajak. Karena pada dasarnya pertalite dibuat untuk masyarakat yang mampu. Namun atas dorongan masyarakat juga, DPRD juga sudah mengupayakan revisi Perda sehingga pajak Pertalite bisa diturunkan, dan masyarakat bisa beralih ke partalite dengan harga yang lebih murah.

“Revisi Perda pertalite ini adalah solusinya. Ketika premium terus langka, maka penggantinya kalau bisa jangan mahal, karena itu, dengan kita revisi Perda nanti, diharapkan harga pertalite akan semakin murah,” tuturnya.

“Kita juga ada rencana untuk memanggil pihak Pertamina, dalam rangka meminta penjelasan terkait hal ini,” ulasnya

Sebelumnya, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP2D) DPRD Riau, Sumiyanti mengatakan, akan ada pelaksanaan 4 paripurna yang harus dilalui, sebelum revisi Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2015 tentang pajak daerah tersebut.

Ditambahkannya, setelah pihak DPRD Riau menerima pengajuan revisi Perda dari Pemprov Riau, selanjutnya pihak BP2D akan menyerahkan ke pimpinan untuk dilakukan pembahasan.

“Dari pimpinan DPRD Riau, kemudian ke pihak Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Riau, untuk dijadwalkan paripurnanya, dimulai dari penyampaian Ranperda oleh kepala daerah, selanjutnya pandangan umum fraksi, kemudian jawaban pemerintah, dan barulah selanjutnya persetujuan dari DPRD Riau, sekaligus pembentukan Pansus tentang revisi pajak tersebut,” kata Sumiyanti kepada Tribun.

Setelah dilakukan pembentukan Pansus, dan ditentukan siapa yang terlibat di dalam Pansus, maka Pansus akan bekerja selama satu bulan, dan setelah selesai mengkaji, barulah kemudian akan dilaksanakan paripurna pengesahan.

“Selanjutnya juga akan ada proses fasilitasi di Kementerian Dalam Negeri, waktunya diperkirakan 15 hari. Sehingga untuk revisi pajak tersebut, dibutuhkan waktu sekitar 2,5 bulan paling cepat,” ulasnya.

Jika prosesnya lancar, dan tidak ada masalah, maka waktu 2,5 bulan itu menurut Sumiyanti bisa diupayakan pihak DPRD hingga cepat tuntas. Namun kalau ada kendala dalam perjalanannya, maka akan Butuh waktu lebih lama lagi untuk memprosesnya.

“Cepat atau lambatnya selesai revisi Perda tersebut tergantung pada penjadwalan di Banmus DPRD Riau, kapan akan dilaksanakan paripurna. Dalam hitung-hitungan kita, untuk 4 atau 5 paripurna tersebut selesai dalam satu bulan,” tuturnya.

Sumber : tribunnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: