Kecanggihan Teknologi Mengancam Penyediaan Lapangan Kerja

Era digital menjadikan segala urusan lebih mudah dilaksanakan. Namun era digital juga memberi efek negatif atau bersifat mengganggu (disruptif) bagi perekonomian terutama dari sisi ketenagakerjaan.

Tak bisa dipungkiri, teknologi informasi di zaman sekarang tak cuma menciptakan bisnis baru, tetapi juga turut memutar roda ekonomi. Era digital pun mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi sebagian masyarakat lain. Namun digitalisasi juga menghilangkan atau mengurangi sejumlah pekerjaan. Pemerintah perlu bersiap mengantisipasi hal jaminan sosial.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, mengutip hasil simulasi dari Mc Kinsey, digitalisasi akan menghilangkan sekitar 45 juta-50 juta lapangan pekerjaan.

Disisi lain, digitalisasi juga berpeluang menciptakan sekitar 4 juta lapangan kerja baru. “Kita perlu antisipasi hal ini, karena akan lebih banyak pekerjaan yang hilang akibat digitalisasi teknologi,” jelas Bambang di Nusa Dua, Selasa (6/2).

Di Indonesia, Efek perkembangan teknologi terhadap penyerapan tenaga kerja sudah terjadi. Lihat saja, nilai investasi langsung semakin besar, tapi jumlah penyediaan lapangan kerja malah melemah. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat setiap investasi Rp 1 triliun hanya mampu menyediakan lapangan kerja sebanyak 1.697 orang pada tahun 2017. Lima tahun sebelumnya, tiap investasi p 1 triliun mampu menyerap 4.006 pekerja.

Jika potensi disrupsi ekonomi ini tak diantisipasi, jumlah masyarakat di jurang kemiskinan akan bertambah. Selain itu, angka pengangguran bertambah dan pemutusan hubungan kerja bakal makin semarak.

Padahal, kini pemerintah berupaya menekan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran di Indonesia. Sebagai gambaran, pada September 2017 angka kemiskinan Indonesia sebesar 10,12%. Sementara angka pengangguran pada Agustus 2017 mencapai 5,5%.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan sodial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto menuturkan, sebagai lembaga yang mengurus jaminan sosial masyarakat, BPJS Ketenagakerjaan juga dituntut berinovasi dan membuat terobosan yang akan direkomendasikan ke pemerintah untuk mengantisipasi dampak disrupsi ekonomi. Maklum, disrupsi ekonomi ini selain berdampak yang serius terhadap tatanan ekonomi juga berdampak pada ketenagakerjaan, hubungan industrial, keberlangsungan sistem jaminan sosial, bahkan juga berdampak pada cara masyarakat berkomunikasi dan berinteraksi.

Saat kegiatan ekonomi sudah masuk ke era digital, semua orang mendapatkan kesempatan yang sama dan bisa bekerja tanpa mengenal batasan ruang dan waktu maka semua bisa dilakukan dalam genggaman, baik itu pekerja maupun pasar sosial, tentu hal ini juga menjadi tantangan tersendiri. “Kami bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan antisipasi jika terjadi pemutusan hubungan kerja yang cukup signifikan sebagai imbas dari era digitalisasi,” jelas Agus.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan bersama Kemnaker juga akan mengidentifikasi sektor pekerjaan yang berpotensi hilang akibat adanya digitalisasi. Selanjutnya, para pekerja di sektor tersebut akan diberi pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan sehingga bisa beralih ke lapangan kerja baru yang tersedia.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker, Haiyani Rumondang menyatakan, pemerintah bersama dengan stakeholder yang lain terus berupaya meningkatkan ketrampilan pekerja melalui pendidikan vokasi. Itu adalah upaya mengantisipasi otomatisasi dan peningkatan teknologi ke depan.

Untuk menjalankan program vokasi ini, pemerintah mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) dan bekerjasama dengan perusahaan swasta untuk memanfaatkan sarana pelatihan milik untuk meningkatkan ketrampilan pekerja.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: