Mentan Sebut Impor Daging Kerbau Demi Stabilkan Harga

https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 23 320 1863742 mentan-sebut-impor-daging-kerbau-demi-stabilkan-harga-119txdUB2n.jpg

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan izin impor untuk daging kerbau. Izin tersebut dikeluarkan karena adanya permintaan dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

Menanggapi hal tersebut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan dengan adanya impor daging kerbau, diyakini bisa menstabilkan harga daging di pasaran. Oleh karenanya, dirinya sangat mendukung upaya pengeluaran izin impor yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan.

“Pokoknya kita upayakan harga stabil terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Meskipun begitu lanjut Amran, dirinya enggan menyebutkan secara pasti jumlah pasti kebutuhan dari daging kerbau di pasaran. Karena, yang terpenting adalah kebutuhan masyarakat akan daging kerbau bisa terpenuhi.

“Berapa dibutuhkan masyarakat enggak masalah supaya harga terkendali,” ucapnya.

Sementara itu lanjut Amran, saat ini juga pihaknya juga tengah bersiap mengembangkan sapi Belgian blue di Indonesia dengan cara membeli embrionya. Tak tanggung-tanggung dana yang dikeluarkan untuk membeli sapi sekitar Rp100 miliar.

“Sapi Belgian Blue. Kita target tahun ini embrionya kita beli Rp100 miliar,” ucapnya.

Sebagai informasi, izin impor daging sapi diatur dalam Permendag Nomor 59 Tahun 2016 pasal 10 ayat 1 dan pasal 11. Isi dari Permendag ini importir wajib untuk memiliki izin sebelum mengimpor daging sapi dan hewan ternak di Indonesia.

Namun, yang menjadi kendala adalah waktu yang dibutuhkan untuk memproses izin tersebut. Dari pengajuan hingga keluarnya izin impor relatif lama yaitu sekitar satu sampai tiga bulan. Hal ini yang membuat para importir sering kali kehilangan momen yang tepat saat mencoba menekan harga daging yang terlalu tinggi.

Importir biasanya harus melengkapi lima dokumen, yaitu Surat Izin Usaha Perdagangan, Sertifikasi Registrasi Kepabeanan, Angka Pengenal Impor, Rekomendasi dari Menteri Pertanian dan Persetujuan Impor dari Menteri Perdagangan.

Peraturan tersebut dinilai menghalangi akses sebagian besar masyarakat pada daging berkualitas dengan harga murah. Padahal, di Indonesia mayoritas merupakan pasar tradisional yang baik pedagang maupun pembelinya merupakan rakyat kalangan menengah ke bawah.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: