Jaga Serapan Pertalite, Pertamina Hati-hati Sesuaikan Harga

Harga minyak mentah yang terus naik membuat harga indeks pasar bahan bakar minyak (HIP-BBM) pun beranjak naik. Namun, PT Pertamina (Persero) masih berhati-hati menyesuaikan harga produk BBM Ron 90 meski harga harga BBM non subsidi mengalami kenaikan.

Pertamina beralasan langkah itu dilakukan karena mayoritas pengguna BBM Ron 90, yakni Pertalite, adalah konversi dari Premium bersubsidi dan jumlahnya cukup banyak. Saat ini, harganya berada di kisaran Rp7.600 per liter.

Adapun kenaikan HIP-BBM membuat harga BBM di Indonesia yang dijajakan Pertamina, Shell, dan Total mengalami kenaikan per 24 Februrai 2018.

Data BPH Migas menunjukkan, Total menjadi SPBU yang menaikkan harga bensin Ron 92 paling tinggi yakni senilai Rp350 per liter menjadi Rp9.150 per liter, dibandingkan sebelumnya Rp8.800 per liter.

Pertamina menaikkan bensin Ron 92 atau Pertamax sebesar Rp300 per liter menjadi Rp8.900 per liter, sedangkan Shell menaikkan bensin Ron 92 senilai Rp200 per liter menjadi Rp9.250 per liter.

Pada produk bensin Ron 95, Shell menaikkan paling tinggi yakni, sebesar Rp300 per liter menjadi Rp10.450 per liter. Sementara itu, Total tidak menaikkan harga BBM Ron 95 sehingga harga tetap di kisaran Rp9.650 per liter.

Adapun, Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo sebesar Rp500 per liter menjadi Rp10.100 per liter. Produk Dexlite Pertamina juga dinaikkan sebesar Rp600 per liter menjadi Rp8.100 per liter.

Perusahaan pelat merah itu menaikkan produk BBM solar non subsidi atau Pertamina Dex sebesar Rp750 per liter menjadi Rp10.000 per liter. Kenaikan itu menjadi yang tertinggi ketimbang kompetitornya.

Shell menaikkan harga BBM solar non subsidi senilai Rp200 per liter menjadi Rp9.950 per liter, sedangkan Total tidak menaikkan harga solar sehingga tetap berada di kisaran Rp9.500.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan perseroan tidak menaikkan harga Pertalite karena masih mengkaji daya beli masyarakat.

“Kami masih evaluasi lebih lanjut karena ini juga masih awal tahun. Soalnya, kami juga harus melihat dampaknya kepada masyarakat. Untuk HIP-BBM, termasuk Pertalite juga sudah naik sih,” ujarnya, Selasa (27/2/2018) malam.

Iskandar pun menyebutkan keputusan tidak menaikkan harga Pertalite di tengah kenaikan HIP-BBM tidak akan menjadi tambahan beban untuk Pertamina.

Namun, pada 15 Februari 2018, Pertamina memang sudah menaikkan harga Pertalite sebesar Rp100 per liter menjadi Rp7.600 per liter. Kenaikan harga Pertalite kala itu juga seiring dengan kenaikan harga Dex Lite senilai Rp200 per liter menjadi Rp7.500 per liter.

Penyesuaian harga Pertalite berikutnya masih menunggu hasil survei pasar mengenai seberapa besar dampak kenaikan harga BBM Ron 90 itu terhadap masyarakat. Menurut Iskandar, saat ini konsumen sudah cenderung memilih Pertalite dibandingkan Premium.

“Kami pun terus mendorong masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dengan menggunakan BBM minimal Ron 90 yakni, Pertalite,” tambahnya.

Pertamina mengungkapkan permintaan Pertalite berpotensi melebihi Premium pada tahun ini. Pada 2017, permintaan Pertalite sekitar 12 juta kiloliter, sedangkan Premium sebanyak 14 kiloliter.

Tahun ini, Pertalite ditargetkan meningkat 1,5 juta kiloliter menjadi 13,5 juta kiloliter. Secara keseluruhan, Pertamina mematok target serapan BBM non subsidi sebesar 17 juta kiloliter.

Di sisi lain, perseroan mengkhawatirkan semakin lebarnya gap harga Premium dan Pertalite, yang bisa menjadi celah bagi kompetitor untuk masuk. Pasalnya, jika pemerintah menetapkan harga Premium subsidi tidak berubah maka gap harga antara Pertalite dengan Premium berpotensi naik.

“Kalau gap tinggi, bisa saja ada yang kembali menggunakan Premium ketimbang Pertalite. Sementara itu, kalau gap semakin rendah kan sebaliknya. Itu yang menjadi perhatian kami.” jelas Iskandar.

Saat ini, Shell dan Total sudah merilis produk BBM Ron 90 pada awal 2018. Namun, hal itu dinilai tidak akan berdampak terlalu signifikan karena produk tersebut hanya dijual di Jabodetabek.

Harga jual BBM Ron 90 Shell dan Total masih lebih tinggi dibandingkan Pertalite milik Pertamina. Shell menjual produknya reguler senilai Rp8.400 per liter, sedangkan Performance 90 milik Total dijual dengan harga Rp8.300 per liter.

Sumber : bisnis.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: