Tak Ingin Impor Obat, Jokowi Harus Awasi Langsung BPOM

https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 01 337 1866271 tak-ingin-impor-obat-jokowi-harus-awasi-langsung-bpom-WMFtTMtXlQ.jpg

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia di masa mendatang seharusnya tidak lagi mengimpor obat-obatan sebab teknologi berkembang begitu cepat.

Ia menginstruksikan, Kemenkes berinovasi terhadap bahan-bahan yang selama ini diimpor sehingga Indonesia bisa memproduksinya sendiri. Salah satunya, lanjut dia, dengan bioteknologi yang telah dilakukan PT Kalbio Global Medika.

“Jangan sampai impor, impor, impor. Marilah kita sama-sama berpikir,” ujarnya saat meresmikan pabrik obat PT Kalbio Global Medika di Cikarang, kemarin.

Jokowi menjelaskan, bahwa pemerintah menjadikan pembangunan kesehatan sebagai prioritas dan pembangunan pabrik farmasi akan mendukung upaya pemerintah dalam membangun kesehatan masyarakat.

Pengamat kebijakan publik UI menilai, Badan Pengendali Obat dan Makanan (BPOM) seharusnya langsung bertanggungjawab kepada Kepala Negara.

Sehingga, badan tersebut setidaknya dipimpin oleh pejabat profesional yang mampu menjaga standar kelayakan produksi, mutu bahan baku, dan standar harga yang terjangkau.

“Adapun payung hukum Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setidaknya diatur melalui peraturan pemerintah (PP), atau lebih kuat dengan UU Obat dan Makanan. Hal ini perlu untuk menghindari tumpang tindih dengan kebijakan Kemenkes,” kata pengamat kebijakan publik UI Riant Nugroho, Rabu 28 Februari 2018.

Riant mengingatkan, pendirian lembaga baru yang otonom perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak terkesan munculnya lembaga baru tersebut secara mendadak.

“Perlu dilakukan dengan simulasi saat BPOM berada di bawah naungan Kemenkes, dan saat BPOM berdiri sendiri. Dan juga perlu ada focus group discussion (FGD) dengan mengundang kalangan ahli manajemen yang kompeten,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah harus meniru lembaga Food and Drugs Administration (FDA) yang memiliki kewenangan otonom di luar departemen kesehatan di Amerika Serikat.

Selain itu, penguatan BPOM harus mampu menjangkau harga obat yang bahan bakunya berasal dari impor agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Salah satu tugas badan baru pengendali obat dan makanan, adalah mampu mereduksi dan mendeteksi permainan mafia obat, yang selama ini sulit terdeteksi oleh pihak berwajib,” ujar Riant.

Ia menambahkan, dengan penguatan BPOM tugas Kemenkes akan lebih banyak melakukan pekerjaan operasional dan distribusi obat termasuk pengurusan perizinan peredaran obat dan pabrik farmasi.

“Kemenkes harusnya lebih banyak mengatur regulasi, izin praktik dokter, dan mengatur pemerataan kesehatan masyarakat dan promosi pencegahan (preventive promotion) di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: