Ditjen Pajak Minta Jangan Ada Modus Pengemplangan Pajak

Indonesia siap menjalankan era keterbukaan data atau informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan. Lembaga jasa keuangan wajib melaporkan data saldo rekening nasabah domestik maupun asing kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) atau Ditjen Pajak.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Achmad Baiquni mengaku khawatir dengan adanya modus nasabah memecah rekening dari nilai saldo Rp 1 miliar yang wajib dilaporkan lembaga jasa keuangan menjadi beberapa rekening. Tujuannya supaya tidak dilaporkan lembaga jasa keuangan dan pada akhirnya bebas dari akses Ditjen Pajak.

“Kekhawatiran itu ada, tapi kalaupun misalnya mereka mecah (rekening), bisa juga menarik (data) by name by address, berapa sih totalnya,” kata Baiquni saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Menurutnya, meskipun nasabah mengakali dengan pecah rekening supaya tidak kena intip, tetap saja Ditjen Pajak bisa melacaknya.

“Pasti bisa terlacak. Zaman sekarang kan IT-nya canggih. Mau lari ke mana sih, tidak bisa juga,” ujar Baiquni.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama hanya meminta agar wajib pajak patuh terhadap aturan wajib lapor saldo rekening nasabah.

“Tidak ada komentar. Tapi kami harap semua patuh saja untuk bayar pajak, jadi tidak perlu harus ada modus-modus lagi yang dilakukan,” tegasnya.

Dia meminta kepada masyarakat atau wajib pajak tidak khawatir atau takut dengan aturan wajib lapor data saldo rekening nasabah domestik maupun asing karena ini sudah komitmen internasional.

“Ini kan sudah menjadi kesepakatan internasional. Yang berlaku di Indonesia ini, berlaku juga di banyak negara. Yang ikut AEoI ada 102 negara dan sedang di approach oleh OECD Global Forum untuk ikut, jadi seluruh negara nanti memberlakukan yang sama,” terang Hestu Yoga.

Agar tidak ada kecemasan, dia mengimbau wajib pajak melaporkan dan membayar pajak dengan benar.

“Kalau saldo rekening saya misalnya ada Rp 2 miliar, dan sudah dilaporkan pajaknya, bayar pajak penghasilan dengan benar, terus apa yang mesti dikhawatirkan. Kalau dulunya saya tidak lapor, ikut tax amnesty, itu sudah aman,” pungkas Hestu Yoga.

Sumber : liputan6.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: