Setop impor komoditas, petani harus dibina bukan dijadikan beban

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Hari Priyono mengatakan, masyarakat yang bekerja di bidang pertanian saat ini mencapai sekitar 100 juta jiwa. Menurutnya, sudah saatnya sektor pertanian menjadi perhatian.

“Orang yang bekerja di Indonesia ini faktanya kurang lebih 100 juta jiwa saat ini. Kalau populasi penduduk Indonesia 254 juta, hampir separuh rakyat bekerja di pertanian. Kalau ini tidak dijadikan ruang ekonomi di pertanian maka mau ke mana? Mau ke industri, di Industri pun sudah ada syarat, harus punya skill, apalagi industri yang pakai mesin-mesin otomatisasi dan sebagainya,” kata Hari usai acara APO Advanced Agribusiness Management Course, Badung, Bali, Senin (5/3) malam.

Menurut Hari, para petani harus dibina, bukan malah dijadikan beban saja, tetapi menjadi kekuatan ekonomi. Sehingga impor tidak menjadi masalah lagi bagi Indonesia.

“Makannya kalau teman-teman tahu kenapa masalah impor, kemudian bagi orang pertanian menjadi tidak mudah. Karena masih ada 100 juta orang yang kerja di situ, cari makan di situ,” jelasnya.

Luas lahan pertanian di Indonesia, semakin terbatas karena maraknya pembangunan. Hal itu juga disadari oleh Hari Priyono. Maka untuk solusi ke depannya, selain menggunakan teknologi, para petani juga harus meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian.

“Solusinya dengan teknologi, karena sekarang ini masih mengusahakan dengan luas lahan yang terbatas. Lahan semakin sempit, kalau lahan makin sempit produktivitasnya harus ditingkatkan. Kalau sekarang dengan satu hektare lima ton. Nanti lahannya tinggal setengah hektare bagaimana bisa? Productivity, quality karena itu yang akan mendapatkan kompensasi harga. Kalau kualitasnya bagus harganya mahal,” ujarnya.

Maka kerja sama Kementan dengan APO dan menyelengarakan Workshop yang diikuti 400 stakeholder, bisa berbagi pengalaman dari para pengusaha yang sukses di beberapa negara.

“Kita bekerja sama dengan APO, dan Kementerian Tenaga Kerja. Untuk di Agriculture sudah yang kedua kalinya dengan topik yang sama. Kurang lebih untuk pengusaha kecil dan menengah di Indonesia sekitar 400, dari berbagai daerah di Indonesia. Kami bermaksud 400 orang yang ikut acara ini kembalinya, bisa mempraktikkan dari pengalaman negara-negara lain karena di sini kan hadir Taiwan, Amerika, Pakistan, Srilangka, India dan Kamboja,” tutupnya.

Sumber : merdeka.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: