Impor Barang Konsumsi Melonjak, Menteri Bambang: Ke Mana Ini Barangnya?

https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 08 20 1869638 impor-barang-konsumsi-melonjak-menteri-bambang-ke-mana-ini-barangnya-TuurAAQ4dF.jpg

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyoroti soal melonjaknya pertumbuhan impor barang konsumsi yang dinilai perlu diwaspadai terutama dampaknya terhadap industri dalam negeri.

“Bicara soal ‘trade balance’, data Januari menunjukkan ada peningkatan impor. Menurut sebagian ekonom itu bagus. Kita lihat impor barang modal penolong tumbuh di atas 20 persen. Tapi setelah saya lihat-lihat lagi, ada satu yang agak mengganggu, yaitu impor barang konsumsi,” ujar Bambang saat serah terima jabatan Pelaksana Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI) di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis.

Bambang menuturkan, pada 2016, pertumbuhan impor barang konsumsi saat itu minus 15 persen. Namun sepanjang 2017, impor barang konsumsi naik hingga 15-16 persen, tapi pertumbuhan konsumsi domestik masih melambat.

“Secara year on year, dari Januari 2017 ke Januari 2018, impor barang konsumsi naiknya bahkan 30 persen. Jadi ke mana nih barang-barang yang dikonsumsi tadi,” kata Bambang.

Menurut Bambang, apabila dikaitkan dengan ekonomi digital, impor barang konsumsi tersebut meningkat karena meningkatnya belanja online oleh masyarakat Indonesia. Ada lonjakan barang impor untuk barang yang diperdagangkan secara online terutama yang berasal dari Tiongkok.

“Kalau impor barang konsumsi merajalela bukan untuk barang yang unik, itu akan berpengaruh terhadap industri dalam negeri,” kata Bambang.

Apabila industri dalam negeri terpengaruh, terutama industri manufaktur, lanjut Bambang, tentunya akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik itu sendiri.

“Apalagi karena ini tidak terekam, makanya ini luput dari pengamatan dari sisi konsumsi,” ujar Bambang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor barang konsumsi pada 2017 meningkat 14,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan konsumsi sepanjang tahun lalu hanya mencapai 4,95 persen, turun dibandingkan 2016 yang tumbuh di atas 5 persen.

Fenomena tersebut ditengarai disebabkan oleh banjirnya produk-produk impor dari hasil perdagangan elektronik (e-commerce) yang dibelanjakan oleh masyarakat.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: