Penjualan Eceran Tertekan Daya Beli yang Lemah

Sejak 2012, tahun lalu ini penjualan riil tumbuh negatif yang cerminkan daya beli bermasalah.

JAKARTA. Daya beli konsumen benar-benar sedang bermasalah. Hasil survei terbaru Bank Indonesia (BI) menunjukkan, ada koreksi pertumbuhan penjualan eceran Januari 2018. Survei itu juga memperkirakan, pertumbuhan penjualan eceran di Februari masih terkontraksi.

Hasil survei Penjualan Eceran Januari 2017 menemukan, Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 203,5 atau tumbuh minus 7,3% secara month  to month (mtm) dan minus 1,8% year on year (yoy).

Survei ini menggunakan angka 100 pada tahun dasar 2010, Itu berarti, semakin besar IPT maka penjualan riil meningkat.

Tapi, menurut Bi penurunan penjualan eceran pada awal tahun ini masih wajar. Sebab, sejalan dengan berakhirnya perayaan Natal dan Tahun Baru.

Tapi sejatinya, hasil survei itu lebih dari biasa. Soalnya, sejak 2012 lalu, belum pernah penjualan eceran pada awal tahun tumbuh lalu, yang di anggap sebagai puncak pelemahan daya beli konsumen, pertumbuhan penjualan riil masih tumbuh 6,3%.

Selain itu, survei bank sentral juga menyatakan, penyumbang utama penurunan penjualan eceran secara tahunan pada Januari kemarin adalah kontraksi penjualan komoditas peralatan informasi dan komunikasi, serta peralatan rumah tangga lainnya. Ini menandakan, daya beli atas barang-barang tahan lama benar-benar lemah.

Untuk Februari, survei BI memperkirakan, penjualan riil masih dalam tekanan. Itu terlihat dari IPR sebesar 199,2 atau tumbuh minus sebesar 21% mtm, tapi tumbuh positif 1% yoy. Komoditas sandang dan suku cadang serta aksesoris diproyeksikan mencatatkan kenaikan penjualan.

Hasil survei BI ini sejalan dengan pemberitahuan KONTAN 2 Maret 2018. Daya beli konsumen selama dua bulan pertama cenderung merosot, terlihat dari inflasi inti yang semakin menyusut. Inflasi inti Februari secara tahunan tercatat 2,58% lebih kecil dibandingkan dengan Januari yang sebesar 2,69% (yoy).

Ekonom Indef Bhima Yudistira Adhinegara menganalisis, penurunan penjualan eceran sejalan dengan masih lemahnya daya beli konsumen. Menurut dia, penjualan eceran baru akan meningkat mulai Maret. “Sekarang, bank sedang gencar kasih promo bunga KPR. Harapannya, pertengahan tahun sudah ada kenaikan permintaan,” sebut Bhima, Jumat (9/3).

Eric Sugandi, Project consultant ADB Institute, menambahkan, daya beli akan terpacu seiring kenaikan harga komoditas. “Kenaikan penjualan suku cadang jadi sinyal positif,” imbuh Eric.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: