Empat Revisi Insentif Pajak Rampung Akhir Maret

Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan revisi empat peraturan mengenai pemberian insentif perpajakan untuk mendorong pertumbuhan investasi akan terbit pada akhir Maret 2018.

“Empat revisi semuanya akhir Maret ini, karena akan disampaikan bersama-sama oleh Presiden,” kata Sri Mulyani seusai mengikuti rapat koordinasi mengenai insentif untuk investasi di Jakarta, Senin.

Sri Mulyani mengatakan empat revisi peraturan tersebut antara lain mengenai pemberian insentif tax holiday, tax allowance, penurunan PPh Final UMKM dan insentif research and development bagi perusahaan yang memberikan pendidikan vokasi.

Ia mengatakan revisi peraturan untuk tax holiday akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dengan mencantumkan penurunan syarat batas investasi dari sebelumnya Rp1 triliun menjadi Rp500 miliar.

Tax holiday ini dengan prosedur yang lebih simple dan skema yang jauh lebih pasti, baik dari jumlah yang didapatkan yaitu single rate 100%, tanpa range dengan jadwal waktu tetap,” ujarnya.

Pembahasan revisi pembebasan pajak ini masih dibahas di Kantor Menko Perekonomian, terutama terkait dengan penetapan kelompok industri yang bisa mendapatkan kemudahan pajak.

Kemudian, revisi peraturan untuk tax allowance akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP) yang saat ini juga masih dalam tahapan pembahasan untuk kelompok bidang usaha yang bisa menerima insentif pajak.

Sedangkan, revisi untuk penurunan tarif PPH Final bagi UMKM dari satu persen menjadi 0,5% serta insentif research and development pengurangan pembiayaan bagi perusahaan yang melakukan pendidikan vokasi juga disiapkan dalam bentuk PP.

“Untuk yang research and development, ini diberikan kepada perusahaan yang mau melatih pekerja dengan insentif yang didapatkan double tax deduction,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan revisi peraturan mengenai insentif perpajakan ini untuk menstimulasi pertumbuhan investasi di Indonesia yang masih banyak mengalami kendala dan belum sesuai dengan harapan Presiden.

“Presiden ingin investasi dalam keadaan kuat (robust), untuk itu selain melakukan simplifikasi peraturan dan penyederhanaan prosedur, ada pemberian insentif agar muncul kepercayaan untuk berinvestasi di Indonesia,” tuturnya.

Dengan demikian, ia mengharapkan, minat berinvestasi di Indonesia akan tumbuh semakin cepat, tidak hanya kepada industri besar, namun juga industri padat karya, industri berorientasi ekspor serta industri UMKM.

Sumber : beritasatu.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: