Kejar Setoran Rp 1.294 Triliun, Ini Perusahaan yang Akan Dikejar Ditjen Pajak

11

Jakarta -Tahun ini target penerimaan pajak mencapai Rp 1.294 triliun. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak punya strategi untuk mencapai target tersebut. Akan ada sejumlah perusahaan yang menjadi fokus pengejaran.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Mekar Satria Utama mengatakan, pihaknya sudah menetapkan target dan strategi pemeriksaan pajak untuk tahun ini, sebagai upaya pengamanan target penerimaan.

“Pemeriksaan pajak 2015 akan difokuskan pada Wajib Pajak Badan (perusahaan) yang terindikasi menyalahgunakan fasilitas Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3), Wajib Pajak yang melakukan transaksi transfer pricing dengan entitas di luar negeri, Wajib Pajak yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi, serta Wajib Pajak yang bergerak di bidang perdagangan besar,” kata Mekar dalam keterangannya, Rabu (6/5/2015).

Selain perusahaan, Ditjen Pajak juga akan fokus untuk memeriksa wajib pajak orang pribadi yang berpenghasilan menengah dan tinggi, orang pribadi yang berpengaruh, serta orang pribadi yang bekerja pada profesi tertentu.

Untuk mengoptimalkan pemeriksaan itu, Mekar mengatakan, Ditjen Pajak menggunakan strategi kerjasama dengan pihak lain, dalam bentuk pemeriksaan oleh Tim Optimalisasi Penerimaan Negara (TOPN), joint audit dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), melakukan pemeriksaan bersama dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan dan BPKP (Tim Gabungan), pemeriksaan bersama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan BPKP, serta mengajukan izin membuka rahasia bank terkait nasabah penyimpan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Soal kerjasama dengan Bea Cukai, pemeriksaan Ditjen Pajak akan menyasar wajib pajak badan atau perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan, yang menghasilkan devisa hasil ekspor besar.

“Sedangkan untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh TOPN dan Tim Gabungan, pemeriksaan akan menyasar wajib pajak yang bergerak pada sektor perkebunan kelapa sawit dan/atau industri crude palm oil, industri baja, industri pengolahan, industri rokok dan/atau tembakau serta jasa perbankan,” kata Mekar.

Hingga kuartal I-2015, Ditjen Pajak telah menerbitkan 923 Instruksi Pemeriksaan, yang terdiri atas 761 instruksi pemeriksaan oleh Kantor Pelayanan Pajak; 37 oleh Kantor Pusat; 99 oleh TOPN; 3 instruksi pemeriksaan melalui joint audit dengan DJBC; serta 23 instruksi pemeriksaan bersama-sama dengan SKK Migas dan BPKP.

Sumber: Detik

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: