Apakah Manfaat PTKP Itu?

15

Pertanyaan:

Saya mendengar kabar bahwa pemerintah membebaskan pajak untuk orang pribadi dengan penghasilan kurang dari Rp 3 juta sebulan. Pembebasan itu dilakukan dengan cara menaikkan besaran PTKP. Sebenarnya apa manfaat langsungnya bagi pekerja seperti saya? Terima kasih.

Bima – Malang

 

Jawaban:

PTKP merupakan singkatan dari Penghasilan Tidak Kena Pajak, yaitu besaran penghasilan yang menjadi batasan tidak kena pajak bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri. PTKP digunakan untuk menghitung besarnya penghasilan kena pajak dari wajib pajak orang pribadi di SPT Tahunannya. Penghasilan kena pajak yang menjadi dasar perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) terutang dihitung dari hasil pengurangan PTKP terhadap penghasilan neto wajib pajak dalam setahun. Dengan demikian apabila penghasilan neto orang pribadi dalam setahun jumlahnya tidak melebihi PTKP, maka tidak akan terutang PPh dalam tahun pajak yang bersangkutan.

Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan, Menteri Keuangan diberikan wewnang untuk mengubah besarnya PTKP setelah berkonsultasi dengan DPR dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi dan moneter serta perkembangan harga kebutuhan pokok setiap tahunnya.

Berikut ini adalah besarnya PTKP yang mulai berlaku pada Tahun Pajak 2015 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 122/PMK.010/2015:

a. Rp 36.000.000 (tiga puluh enam juta rupiah) untuk diri wajib pajak orang pribadi;

b. Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah) tambahan untuk wajib pajak yang kawin;

c. Rp 36.000.000 (tiga puluh enam juta rupiah) tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami;

d. Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

 

Berlakunya PTKP diatas berimplikasi pada perhitungan PPh Pasal 21 sejak Masa Pajak Januari 2015 bagi para pemotong pajak. Dimana PPh Pasal 21 yang telah dipotong dari para wajib pajak orang pribadi (termasuk di dalamnya para pegawai / pekerja) harus dihitung kembali menyesuaikan dengan besara PTKP di atas.

Dengan demikian bagi para penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 (termasuk di dalamnya para pegawai / pekerja) akan ada peningkatan jumlah penghasilan yang di bawa pulang (take home pay) setiap bulannya karena batasan penghasilan yang tidak dipotong pajak bertambah. Manfaat langsung lain yang dirasakan oleh orang pribadi yang dipotong PPh Pasal 21 adalah kelebihan pemotongan pajak di bulan-bulan sebelum terbitnya PMK di atas dapat dikompensasikan atau diperhitugnkan dengan PPh Pasal 21 yang akan terutang di bulan-bulan berikutnya. Tentu saja ini menguntungkan para wajib pajak, karena akan semakin meningkatkan take home pay-nya.

Pemerintah berharap bahwa dengan adanya kenaikan PTKP ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan sebagai insentif agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat didorong melalui peningkatan konsumsi masyarakat. Sekian.

 

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , ,

3 replies

  1. bagaimana engan prosedur untuk kompensasi pembetulannya yahh?? harus kh di setiap bulan masa jan feb – jun saya lkukan pembetulan atau bs di 1 masa saj. sya coba di program espt pph21 tp sy kurang paham gmn cara pembetulan klbhan bayar trsebut

    Suka

  2. utuk apa ptkp itu ?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: