Produksi Tiga Komoditas Pangan Terancam Dampak La Nina

economy

Jakarta. Lagi-lagi produksi pertanian Indonesia bakal terganjal cuaca. Setelah kemarau panjang atau El Nino melanda di tahun lalu, tahun ini curah hujan dengan intensitas tinggi atau La Nina, berganti akan menghampiri. Kementerian Pertanian (Kemtan) mengaku akan terus siaga mengantisipasi komoditas pangan yang berpotensi tergerus efek La Nina ini.

Hasil Sembiring, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kemtan bilang, salah tanaman pangan yang paling rentan terhadap La Nina adalah kedelai. “Kedelai harus tumbuh di lahan kering dan tidak tahan genangan,” jelas Hasil kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Karena itu, dampak La Nina ini bisa saja merusak target produksi kedelai yang diusung Kemtan tahun ini sebesar 1,2 juta ton. Padahal, target ini sendiri sudah direvisi dan lebih rendah dari target rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang ditetapkan sebanyak 1,5 juta ton.

Meski begitu, target produksi 2016 tersebut masih lebih tinggi dari realisasi produksi 2015 sebanyak 983.000 ton. Namun, target tersebut belum memasukkan faktor La Nina. “Kalau ada La Nina, tantangannya lebih berat lagi,” ujar Hasil.

Sedangkan tanaman pangan lain seperti padi dan jagung relatif aman dari ancaman La Nina. Apalagi, prediksi La Nina terjadi pada bulan Oktober 2016 bersamaan dengan target Kemtan menyelesaikan 200.000 hektare (ha) cetak sawah baru. Untuk itu, Hasil bilang, saat itu, justru saat yang tepat untuk penanaman padi.

Kemtan tidak menyiapkan anggaran khusus untuk mengantisipasi La Nina dan hanya mengandalkan program 1.000 desa mandiri benih yang sudah berjalan sejak tahun 2015. Melalui program tersebut, Kemtan berharap masing-masing desa bisa mengembangkan benih tahan air.

Kemtan juga siap membangun saluran air di lahan kedelai guna mengalirkan genangan. Hasil bilang, Kemtan sudah memulai program tersebut untuk menanggulangi El Nino sejak tahun lalu.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kemtan Yanuardi masih optimis La Nina tidak akan menganggu tanaman hortikultura. Menurutnya, kalaupun ada pengaruh, dampak penurunan produksi tidak lebih dari 5% karena biasanya tanaman hortikultura berada di dataran tinggi, sehingga aman dari banjir dan genangan air.

Menurut Yanuardi, tanaman hortikultura yang paling rentan terhadap La Nina adalah cabai dan bawang merah. Meski begitu, Kemtan tidak merevisi target produksi cabai yang sebanyak 1,29 juta ton dan bawang merah sebanyak 1,20 juta ton tahun ini.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: