Bisnis Lesu, MYTX Pangkas Target

JAKARTA – PT Asia Pacific Investama Tbk merevisi target penjualan tahun 2016. Jika semula menargetkan perutmbuhan penjualan 10% kali ini mereka memprediksi penjualan tahun ini justru sedikit turun ketimbang realisasi penjualan tahun 2015.

Namun, manajemen Asia Pacific Tbk tak menyebutkan secara spesifik target penurunan penjualan sepanjang tahun ini. “Ya, mungkin turun sedikit dari tahun lalu,” kata Direktur PT Asia Pacific Investama Tbk Anas Bahfen kepada KONTAN, Selasa (14/6).

Sebagai gambaran, pada tahun 2015 lalu, Asia Pacific mencatatkan penjualan Rp 1,89 triliun. Capaian penjualan tersebut susut 11,27% dibandingkan dengan penjualan pada tahun sebelumnya yakni Rp 2,13 triliun.

Rupanya Asia Pacific belum pade melihat kondisi ekonomi nasional maupun ekonomi global. Apalagi pada kuartal I 2016 kemarin, kerugian mereka juga mendaki 56,96% menjadi Rp 103,09 miliar.

Manajemen Asia Pacific memprediksi, kinerja pada kuartal II-2016 yang tinggal dua minggu lagi, juga tak bisa diharapkan. Jika pelaku bisnis lain memprediksi kenaikan pendapatan saat momen Ramadan, tidak demikian dengan mereka. Asia Pacific justru memperkirakan, penjualan pada triwulan kedua tahun ini lebih kecil ketimbang triwulan pertama 2016.

Masalahnya, Asia Pacific mengklaim, tak cuma mengalami kendala permintaan pasar yang lesu. Perusahaan itu juga menghadapi kendala harga jual yang mengempis. Hitung-hitungan mereka, penurunan harga jual saat ini bisa turun sampai 10%.

Namun begitu, Asia Pacific tak mau terpuruk mendapati kenyataan tadi. Perusahaan yang semua bernama PT Apac Citra Centertex Tbk tersebut tetap berupaya memacu kinerja tahun ini.

Asia Pacific akan berusaha mengejar pasar baik di dalam negeri maupun luar negeri secara bersamaan. “Kami lihat saja mana yang prospek, kalau ekspor bagus ya kami tingkatkan ekspornya, tapi kalau ekspor tidak bagus, pasar domestik yang akan kami genjot,” beber Anas.

Dengan begitu, komposisi penjualan Asia Pacific tahun ini bisa saja berubah. Jika sebelumnya kontribusi ekspor sebesar 60%, tak tertutup kemungkinan pada akhir tahun nanti justru pasar domestik yang mendominasi.

Cari pinjaman

Sebelumnya, manajemen Asia Pacific bilang akan menerapkan strategi intensifikasi atau memperdalam pasar ekspor yang sudah ada. Sebut saja pasar di kawasan Uni Eropa, Asia, Amerika Serikat.

Selain itu, Asia Pacific juga menerapkan strategi ekstensifikasi atau menambah negara tujuan ekspor baru. Mereka ingin masuk pasar Afrika dan Timur Tengah.

Yang pasti, tekanan bisnis pada tahun ini membuat Asia Pacific menahan diri untuk menggelar ekspansi gede. Praktis, perusahaan berkode MYTX tersebut tak mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure pada tahun ini.

Alih-alih menganggarkan belanja modal 2016, Asia Pacific justru sedang berupaya mencari pendanaan untuk belanja modal 2017. Perusahaan itu akan mencari utang bank di dalam negeri maupun luar negeri. “Sekitar US$ 65 juta- US$ 70 juta untuk belanja modal tahun depan,” terang Anas.

Sejauh ini baru sebatas itu saja Asia Pacific berbagi informasi. Belum ketahuan rencana penggunaan belanja modal tahun depan tadi.

Asal tahu, sepanjang tahun lalu, Asia Pacific memproduksi benang tahun sebanyak 294.091 bal, kain mentah lembaran 25,13 juta meter dan kain denim 13,16 juta yard. Tingkat utilisasi pabrik mereka mencapai 80%.

Sumber: Kontan, Rabu 15 Juni 2016

Penulis: Juwita Aldiani

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: