Importer Pangan kelak Wajib Investasi

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) akan mengubah skema impor komoditas pangan. Untuk bisa mengimpor komoditas pangan, importir harus memenuhi persyaratan  baru, yakni melakukan investasi di dalam negeri serta melibatkan petani atau pertenak rakyat. Rencana kebijakan baru ini bisa berimbas ke perusahaan penggemukan sapi yang banyak mengimpor sapi.

Menteri Pergangan Enggartiasto Lukita mengatakan, dengan rencana perubahan kebijakan impor ini, produksi petani atau peternak kecil di dalam negeri bisa berkembang. Selain itu, produksi domestic juga bakal terlindungi. “Dia (pengusaha) harus libatkan peternak dan petani kecil. Seperti model plasma dan inti. Kamu juga akan libatkan perbankan untuk mebantu petani dan peternak kecil,” katanya, Kamis (4/8).

Namun, pembahasan rencana perubahan kebijakan ini masih cukup panjang. Kemdag masih akan melakukan sosialisasi dan meminta masukan dari seluruh pihak terkait, termasuk usaha atau importir pangan. Masukan-masukan tersebut penting agar pemerintah dapat mengetahui keluhan dari pengusaha atas rencana kebijakan itu.

Dalam upaya stabilisasi harga pangan, Kemdag juga akan memangkas jalur distribusi barang yang selama ini terlalu panjang. Kemdag juga berencana menentukan batas margin keuntungan harga pangan, sehingga konsumen mendapatkan harga yang wajar.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indoensia (PPSKI) Tegah Boediyana mendukung rencana Kemdag untuk menerapkan skema baru impor komoditas pengan ini. Selama ini sangat sedikit perusahaan penggemukan sapi yang berkerjasama dengan peternak rakyat. Mayoritas sapi yang digemukan juga dari impor. Sapi bakalan local yang digemukkan minim. “Bentuk investasi dari perusahaan pengemukkan sapi adalah bekerjasama dengan peternak rakyat,” ujar Teguh.

Ia mencontohkan, salah satu upaya menggenjot produksi sapi lokal adalah perusahaan penggemukan sapi yang akan impor disyaratkan memberikan sapi betina produktif kepada petani plasma yang digandeng. Cara ini bakal mengurangi jumlah pemotongan sapi betina produktif.

Penulis: Handoyo

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: