Pajak Tak Hanya Tax Amnesty, Bagaimana Penerimaan Rutinnya?

Hasil gambar untuk tax amnesty

Jakarta: Upaya pemerintah dalam menerapkan program pengampunan pajak atau tax amnesty periode pertama perlu diacungi jempol. Pada periode ini, Pemerintah bisa dikatakan berhasil menerapkan tax amnesty, ditandai dengan semakin meningkatnya uang tebusan yang masuk ke kantong negara menjelang berakhirnya periode pertama.

Namun, Pemerintah jangan ge-er dulu meski Jumat pagi 30 Sepetember ini uang tebusan berdasarkan surat setoran pajak (SSP) yang tercatat pada dashboard statistik di laman Ditjen Pajak menunjukkan angka yang sudah terkumpul sebesar Rp90,1 triliun.

Pemerintah diingatkan tak lupa dengan nafas utamanya dalam mengumpulkan penerimaan pajak rutin yang dalam APBNP 2016 ditetapkan sebesar Rp1.355,2 triliun atau Rp1.190,2 sesudah dikurangi target Rp165 triliun dari tax amnesty.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar M. Misbakhun mengingatkan jangan sampai terbengkalai terhadap penerimaan rutinnya. Jangan sampai tax amnesty membuat upaya untuk mengumpulkan penerimaan rutin yang dijalankan selama ini tertahan.

“Upaya intensifikasi penting untuk mengejar penerimaan rutin. Kalau tax amnesty sukses, tapi rutinnya enggak tercapai, lubangnya masih tetap bolong. Saya minta Menteri Keuangan memberi kelonggaran Direktorat Jenderal Pajak melakukan upaya-upaya intensifikasi,” kata Misbakhun dalam rapat kerja Komisi XI dan Menteri Keuangan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 29 September.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dirinya sependapat terkait tugas Pemerintah yang tak hanya fokus pada tax amnesty dalam mengumpulkan penerimaan pajak. Meski dirinya paham selama ini perhatian masyarakat tertuju pada dashboard tersebut sehingga memengaruhi konten pemberitaan di setiap waktu yang mengindikasikan Pemerintah hanya fokus ke tax amnesty.

“Kami setuju yang ingatkan bahwa ini bukan lah satu-satunya tugas yang dilakukan. Karena penerimaan perpajakan besar targetnya dan tax amnesty ada di dalamnya,” kata Ani.

Pasalnya jika melihat realisasi penerimaan pajak hingga 13 September 2016 baru 48,4 persen atau Rp656,1 triliun dari target dalam APBN-P 2016 Rp1.355,2 triliun. Belum lagi ada potensi ketidaktercapaian (shortfall) yang diperkirakan melebihi hitungan awal Rp218 triliun.

Sementara itu, Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan DJP Yon Arsal menambahkan jika perkembangan penerimaan rutin hingga saat ini relatif baik, hingga Kamis, 29 September pertumbuhannya sekitar delapan persen. Namun dirinya belum mau menyebutkan secara rinci.

“Cukup baik. Tapi nanti dulu deh ya, ini masih terus berjalan. Tunggu sampai akhir September supaya bisa dihitung lengkapnya bagaimana PPN, PPh dan lainnya,” jelas Yon.

Sumber : pengampunanpajak.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pengampunan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: