Utang Rp 40 triliun di Akhir Tahun 2016

tax

Jakarta. Untuk mencukupi kebutuhan pendanaa di awal tahun 2017, pemerintah akan menarik utang di awal (pre funding) sebesar Rp 40 triliun di akhir tahun ini. Untuk itu, pemerintah akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) baik di pasar global maupun pasar domestik.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemkeu) Robert Pakpahan bilang, besaran SBN yang akan diterbitkan tidak sebesar akhir tahun lalu. Sebab, pemerintah masih memiliki bantalan kas dari sisa anggaran lebih (SAL), penerimaan pajak, penerimaan bea dan cukai, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di akhir tahun ini.

Pre funding tetap dilakukan karena penerimaan pajak biasanya belum masuk kas pemerintah di awal tahun. “Mungkin Rp 40 triliun cukup. Itu bagian dari pembiayaan semester I-2017,” kata Robert, Kamis (10/11).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menghitung, kebutuhan belanja negara di bulan pertama tahun depan sekitar Rp 116 triliun. Kebutuhan tersebut untuk pembayaran gaji, transfer dana alokasi umum (DAU) dan pembayaran DAU yang tertunda, dan kewajiban lainnya di bulan Januari 2017.

Nantinya, menurut sri mulyani, penerbitan SBN untuk pre funding bisa dilakukan baik di pasar global maupun di pasar domestik. Namun kepastiannya akan dilakukan setelah pemerintah akan mencermati risiko-risiko di pasar global dan domestik terlebih dahulu.

Pemerintah tidak memprioritaskan pasar global atau domestik, melainkan mencari risiko yang lebih rendah. “Kalau pre funding domestik akan dilakukan melalui lelang, tetapi tetap memperhatikan pasar yang ada, dengan demikian tidak akan menimbulkan gangguan,” kata Sri Mulyani.

Ia juga akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk melihat jumlah likuiditas yang ada, sehingga jika pre funding dilakukan melalui penerbitan SBN di pasar surat utang dalam negeri, hal itu tidak menganggu likuiditas yang ada.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, jika pemerintah masuk ke pasar surat utang untuk melakukan pre funding di akhir tahun ini, pihaknya siap merespon untuk menjaga likuiditas. “Kordinasi kami akan selaras dengan operasi keuangan pemerintah,” katanya.

Apalagi, menurut Robert, kebutuhan pembiayaan utang untuk tahun ini hampir terpenuhi. Penerbitan SBN untuk akhir tahun ini cukup untuk menutupi defisit anggaran hingga 2,7% dari produk domestik bruto (PDB). Dari total penerbitan SBN bruto Rp 650 triliun tahun ini, pemerintah tinggal menerbitkan SBN Rp 5 triliun. “Jadi market tidak perlu khawatir. Kami ada satu kali lelang lagi,” tambahnya.

Penulis: Adinda Ade M., Asep Munazat Z.

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: