BI Akan Revisi Lagi Aturan Uang Elektronik

tax6

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berencana kembali merevisi aturan uang elektronik. Ronald Waas, Deputi Gubernur BI mengatakan, pihaknya ingin merombak aturan uang elektronik karena alat pembayaran ini terus berkembang serta penggunanya kian banyak. Tak hanya itu, dana masyarakat yang terkumpul juga semakin besar.

Rencananya dalam revisi kali ini, BI akan mewajibkan perusahaan penerbit uang elektronik mengajukan izin ke BI, jika mereka memiliki 300.000 pengguna aktif. Sedangkan, bagi perusahaan penerbit uang elektronik dengan pengguna aktif mini, hanya wajib lapor saja ke BI.

“Seperti Starbucks Card itu pengguna uang elektroniknya besar,” ujar Ronald, Rabu (9/11).

Selain Starbucks ada beberapa perusahaan yang menerbitkan uang elektronik untuk bertransaksi, semisal Eat & Eat untuk restoran, Timezone Card untuk arena bermain, dan CGV blitz Member Card untuk nonton di bioskop.

Kata Ronald, syarat-syarat menjadi perusahaan penerbit uang elektronik tetap sama. yakni berbadan hukum Indonesia, wajib menggunakan mata uang rupiah, dan pemrosesan transaksi domestik.

Tujuan BI mengatur transaksi pembayaran non tunai ini untuk perlindungan konsumen di masa mendatang. Dalam pengawasan, BI tak membedakan pengawasan antara perusahaan penerbit uang elektronik yang berizin maupun yang hanya melapor. Namun jika nasabahnya besar, tentu pengawasannya juga akan lebih intensif.

Adapun limit uang elektronik tak berubah, yakni maksimal Rp 1 juta untuk yang tak terdaftar, dan Rp 10 juta bagi e-money yang terdaftar.

Ronald menambahkan, karena BI sedang mengkaji ulang aturan uang elektronik, maka regulator sistem pembayaran ini menunda memberikan izin kepada sejumlah perusahaan penerbit. “Kami menunda pemberian izin meskipun mereka sudah mengajukan izin ke BI,” ujar Ronald.

Masih terkait uang elektronik, beberapa waktu lalu, sejumlah bankir juga telah meminta relaksasi aturan main uang elektronik. Bank Mandiri berharap ada relaksasi lanjutan berupa akses tarik tunai dan transfer bagi kartu yang belum terdaftar.

Menurut Rico Usthavia Frans, Direktur Digital Banking and Technology Bank Mandiri, dua fitur yaitu tarik tunai dan transfer merupakan fitur penting di uang elektronik. Utamanya pada uang elektronik yang berbasis server seperti e-cash.

Penulis: Nina Dwiantika

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: