Promonesia Mengaku Beda dengan D4F

dream_for_freedom_logo

Lewat RUPS, Promonesia dan Dream For Freedom jadi perusahaan terpisah

JAKARTA. Tidak terima izin usahanya dicabut, PT Promo Indonesia Mandiri (Promonesia) menggugat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Barat ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta.

Selain PTSP Jakarta Barat, Promonesia juga menggugat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga yang memberikan rekomendasi pencabutan surat izin usaha perdagangan (SIUP) tersebut.

Kuasa hukum Promonesia, Egi Gilang Agustan mengatakan, gugatan ini diajukan lantaran pencabutan SIUP tidak berdasarkan ketentuan.

Menurutnya, berdasarkan peraturan menteri perdagangan, pencabutan SIUP seharusnya melewati beberapa tahapan, mulai dari pemberitahuan, pencabutan sementara, baru langkah terakhir pencabutan permanen. “Sedangkan kami langsung dicabut permanen,” kata Egi, usai siding di Pengadilan Tata Usaa Negara Jakarta, Selasa (15/11)

Selain itu, kata Egi, dasar pencabutan SIUP juga tidak sesuai dengan yang dituduhkan oleh OJK. Di mana Promonesia adalah perusahaan berbeda dengan Dream For Freedom (D4F), sehingga tidak melakukan money game atau arisan berantai seperti yang dituduhan. “Promonesia hanya perusahaan iklan baris,” tutur Egi.

Promonesia perusahaan iklan baris, berbeda dengan Dream For Freedom.

Meski begitu, Egi membenarkan bahwa awalnya kedua perusahaan itu pemegang sahamnya sama, salah satunya Fili Muttaqien yang pertengahan Oktober 2016 lalu sudah ditahan Bareskrim Polri. Namun per 14 Desember 2015, lewat rapat umum pemegang saham (RUPS), direksi dan komisaris dirombak, sehingga perusahaan-perusahaan tersebut berubah kepengurusan.

Menanggapi gugatan tersebut OJK mengklaim pihaknya sudah mentaati prosedur. Di antaranya adalah berupa bukti-bukti bahwa PT Promonesia terlibat dalam investasi bodong yang marak tahun 2015 ini. “Itu (bukti-bukti) sudah kami tunjukkan dalam persidangan,” kata perwakilan OJK yang hadir dalam siding dan tak mau di sebut namanya.

Rencananya siding dengan nomor perkara 213/G/2016/PTUN JKT ini akan dilanjutkan Selasa (29/11) dengan agenda duplik dan pembuktian dari PTSP Jakarta Barat.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: