Harga Pangan Masih Berpotensi Naik

a0538-tax2bamnesti

JAKARTA – Pantas rasanya apabila masyarakat geram sekaligus kesal jika datang  ke pasar dan menemukan harga komoditas pangan masih dalam kategori tinggi. Padahal, banyak upaya dan kebijakan yang telah dilakukan pemerintah agar produk pangan terjangkau masyrakat.

Berdasarkan pantauan KONTAN di Pasar Ciputat, Banten dan Pasar Baru Depok, Jawa Barat, harga pangan masih relatif tinggi. Seperti bawang merah yang dijual Rp 58.000 per kilogram (kg),dan cabai merah mencapai Rp 70.000 per kg.

Harga jual bawang merah dan cabai ini jauh dari harga normal yang lazim dijual di pasar tradisional, yakni bawang merah Rp 25.000 per kg dan cabai merah sekitar Rp 20.000 per kg. Ironisnya, tren kenaikan dua komoditas hortikultura ini sudah terjadi sejak awal Oktober lalu dan berlanjut hingga saat ini.

Hal ini mengkhawatirkan pasar karena pemerintah seolah tidak memiliki solusi dalam menekan harga pangan yang makin liar. Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, pemerintah sudah gagal menekan harga pangan, terutama dua komoditas tersebut. “Harga bawang dan cabai tidak mampu diturunkan pemerintah karena tak ada solusi konkret dan jelas yang harus dilakukan,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (21/11).

Abdullah mengatakan, proyek Kementerian Pertanian (Kemtan) yakni Toto Tani Indonesia (TTI) yang sudah dirintis sejah bulan Juni lalu ternyata gagal total. Pasalnya, TTI ini saat ini sudah tidak beroperasi dan hanya beroperasi sebentar saat menyambut lebaran tahun ini. “Saat ni TTI itu sepi. Pendirian TTI ini hanya proyek, biar dianggap pemerintah sudah bekerja,” sesalnya.

Hanya saja, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim, tidak mudah menurunkan harga cabai merah dan bawang merah saat ini karena cuaca yang buruk. Ia membantah bahwa pasokan cabai merah turun. Cuma, tidak bisa dipetik karena hujan yang berkepanjangan. “Kalau dampaknya ke inflasi sangat kecil, karena setiap keluarga mengeluarkan uang untuk pembelian cabai itu tidak besar,” ujarnya.

Daftar pekerjaan rumah pemerintah soal harga pangan masih panjang karena selain bawang dan cabai yang harganya tengah meroket, masih ada komoditas pangan lain yang berpotensi meningkat.

Peluang naik dan turun

Billy Haryanto, pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur menyebut,saat ini harga beras di pasar mulai merangkak naik. “Hari ini naik sekitar Rp 100-Rp 200 per kg,” katanya.

Kenaikan harga beras ini diprediksikan akan terus berlanjut sampai akhir tahun secara perlahan serta kenaikannya bisa di atas Rp 500 per kg. Billy mengatakan, hal ini merupakan siklus rutin yang terjadi tiap tahun.

Billy bilang, faktor kenaikan harga beras ini adalah tingginya curah hujan yang membuat petani kesulitan menjemur dan banyak padi yang terendam. Tapi, konsumen tidak perlu khawatir karena stok beras diprediksi cukup sampai akhir tahun.

Wahono, pedagang daging sapi di Pasar Serdang, Kemayoran, mengaku bahwa harga daging sapi saat ini masih stabil, namun biasanya menjelang akhir tahun ada kenaikan harga meskipun tak signifikan seperti jelang Lebaran. “Ada kenaikan sekitar Rp 3.000-Rp 5.000 per kg,” ujarnya

Saat ini, harga daging sapi bertengger di level Rp 120.000 per kg dan diprediksi harga daging sapi tertinggi hanya mencapai Rp 125.000-Rp 130.000 per kg dan tak akan menyamai harga saat Idul Fitri lalu yang sempat menembus Rp 150.000 per kg.

Sedangkan, Sigit Prabowo  Ketua Perhimpunan Peternak Unggas bilang harga ayam dalam sebulan ke depan di prediksi turun sekitar Rp 1.000 per ekor melimpahnya stok ayam peternak.

Penulis : Noverius Laoli, Tri Sulistiowati, Fahriyadi

Sumber : Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: