Hingga Oktober, Belanja modal masih minim

21

Realisasi belanja modal pemerintah akhir oktober baru mencapai Rp 98 triliun atau 47,7%

Jakarta. Realisasi belanja modal pemerintah sampai Oktober 2016 masih minim. Dari target Rp 201,6 triliun, realisasinya baru mencapai Rp 98 triliun atau sekitar 47,7% dari target. “Hingga 31 Oktober 2016 (realisasi belanja modal) mencapai Rp 98 triliun,” kata Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Askolani ke KONTAN, Senin (21/11).

Nilai itu lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 99,1 triliun. Walau begitu, Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ditjen Anggaran Kemkeu Kunta Nugraha optimistis realisasi belanja modal pemerintah pada kurtal IV-2016 bisa melampaui periode sama tahun lalu. Sebab, hingga 15 November 2016, realisasi belanja modal telah melebihi Rp 100 triliun.

Seperti diketahui, realisasi belanja modal menjadi salah satu kunci pendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Apalagi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan pada kuartal IV-2016, pertumbuhan ekonomi berada dikisaran 5%-5,1%. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini bisa menembus angka 5%. Untuk mencapai target itu, ekspansi fiskal perlu dilakukan, minimal menyamai 2015.

Pertumbuhan ekonomi baru akan ekspansif di kuartal kedua tahun depan.

Pada kuartal keempat tahun lalu, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,18%. Dengan pertumbuhan sebesar itu, realisasi belanja modal kuartal IV-2015 tercatat sebesar Rp 132,2 triliun.

Fiskal konsolidatif

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardjo memproyeksikan, ekonomi kuartal keempat tahun ini masih akan tumbuh terbatas. “Hal itu sejalan dengan fiskal yang masih konsolidatif,” kata Agus dalam kesempatan berbeda. Oleh karena itu, Agus memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini hanya sekitar 5% dan baru akan ekspansif di akhir kuartal kedua tahun depan.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan mengatakan pengeluaran pemerintah baik belanja biasa maupun belanja infrastruktur tahun ini terhambat walaupun ada program amnesty pajak. Hal ini terjadi karena adanya pemangkasan anggaran pemerintah dan kebijakan self blocking yang dilakukan kementerian dan lembaga di pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016.

Oleh karena itu dia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2016 tidak akan berbeda jauh dengan kuartal sebelumnya. “Bahkan, bisa jadi agak turun,” katanya. Pada kuartal III 2016 pertumbuhan ekonomi menurut BPS adalah sebesar 5,02%.

Apalagi diperkirakan investasi swasta belum akan bergeliat di kuartal keempat tahun ini. Walau konsumsi rumah tangga, membaik di kuartal keempat, hal itu lebih dipengaruhi oleh musim akhiir tahun. Oleh karena itulah, Anton tidak yakin peningkatan konsumsi rumah tangga dapat mendorong ekonomi untuk tumbuh lebih kencang.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: