Kenaikan PPN Rokok Lebih Berefek ke Penerimaan

rokok

JAKARTA. Pemerintah berupaya keras agar penerimaan negara tahun ini benar-benar aman. Salah satunya, dengan mengeluarkan kebijakan tarif di sektor perpajakan.

Setelah mengerek tarif cukai rokok dan tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sejumlah Kementerian/Lembaga (K/L), pemerintah juga menaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas produk hasil tembakau. Pemerintah yakin kenaikan tarif PPN bisa mendongkrak penerimaan pajak tahun 2017. Dalam APBN 2017, pemerintah mematok target penerimaan pajak Rp 1.307,3 triliun. Dari target itu, Rp 493,8 triliun diantaranya berasal dari PPN dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Goro Ekanto mengatakan tambahan penerimaan dari kenaikan tarif PPN rokok cukup signifikan. “Lebih besar dari dampak kenaikan cukai rokok, atau di atas Rp 1 triliun,” ujarnya, Minggu (8/1). Menurutnya, meski industri rokok tengah menurun, kenaikan tarif ini tidak akan terlalu berpengaruh. Pasalnya, kata Goro, kebijakan ini telah dibicarakan dengan pelaku industri, termasuk dampak lanjutan lainnya, seperti laju inflasi dan target kemiskinan.

Penulis: Asep Munazat

 

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

Iklan


Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: